Kampung Rusia di Ubud Bali Ditutup, Bos Jerman Dipenjara

Direktur PARQ Ubud (AF), WNA Jerman, dijerat hukum karena alih fungsi lahan seluas 1,8 hektar. Ia membangun vila, spa, dan peternakan di lahan sawah dilindungi.

Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 24 Januari 2025 | 16:50 WIB
Kampung Rusia di Ubud Bali Ditutup, Bos Jerman Dipenjara
Tersangka HF saat konferensi pers di Mapolda Bali, Jumat (24/1/2025) (suara.com/Putu Yonata Udawananda)

SuaraBali.id - Imbas dari penutupan PARQ Ubud, Gianyar, Direktur PARQ Ubud yang berinisial AF (53) harus berhadapan dengan hukum. WNA asal Jerman itu diduga melakukan tindak pidana alih fungsi lahan yang juga menjadi alasan ditutupnya tempat yang kerap dijuluki “Kampung Rusia” itu.

Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya menyampaikan jika hasil penyelidikan yang sudah dilakukan sejak Oktober 2024 itu menunjukkan jika PARQ Ubud diduga telah membangun di atas Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan (LP2B). 

“PARQ berada pada zona kawasan pariwisata dan tanaman pangan atau Lahan Sawah Dindungi atau Lahan Pertanian Berkelanjutan,” ujar Daniel saat konferensi pers di Mapolda Bali, Jumat (24/1/2025).

Pelanggaran tersebut diduga dilakukan AF pada kedua zona yang dimiliki PARQ Ubud, yakni zona pariwisata dan distrik vila. Saat dilakukan pengecekan, petugas dari kepolisian dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Gianyar menemukan bangunan vila, spa center, dan peternakan hewan pada lahan tersebut.

Baca Juga:Dua Bule Ukraina Kasus Pabrik Narkoba di Bali Divonis 20 Tahun Penjara

Jika dihitung, luas lahan yang diduga merupakan alih fungsi lahan tak berizin itu seluas 1,8 hektare dari total luas PARQ Ubud yang mencapai 6 hektare.

Polisi sudah memeriksa 33 orang saksi dan 3 saksi ahli dalam kasus ini. Termasuk juga memeriksa pemilik lahan yang berinisial IGNES yang diduga turut terlibat dalam kasus ini.

Namun, sejauh pemeriksaan, AF diduga hanya menggunakan lahan IGNES dengan skema sewa. Namun, IGNES mengaku tidak terlibat dalam bisnis PARQ Ubud yang dijalankan oleh AF.

Meski begitu, kepolisian masih mendalami potensi adanya tersangka tambahan termasuk dari warga lokal.

“Yang bersangkutan (IGNES) sebagai pemilik lahan sementara pemilik usaha PARQ Ubud adalah AF,” tuturnya.

Baca Juga:AHY: JPO Bandara Ngurah Rai Menjadi Solusi Kepadatan Pengunjung Dan Mengurai Kemacetan

“AF juga mengakui telah melakukan sewa menyewa kepada para pemilik lahan,” sambung Daniel.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak