Makanan di Kapal Pelni Dinilai Tak Layak Konsumsi Oleh Penumpang, Ini Jawaban Manajemen

Pelni terapkan standar keamanan pangan HACCP di 4 dari 26 kapal, termasuk KM Awu. Makanan disebut setara restoran, harga Rp65.000/orang sudah termasuk tiket.

Eviera Paramita Sandi
Rabu, 18 Desember 2024 | 12:22 WIB
Makanan di Kapal Pelni Dinilai Tak Layak Konsumsi Oleh Penumpang, Ini Jawaban Manajemen
Suasana di dalam deck penumpang KM Dobonsolo yang digunakan untuk program mudik gratis sepeda motor.[SuaraSulsel.id/ANTARA]

SuaraBali.id - Keluhan dari para penumpang soal makanan yang disajikan di atas kapal Pelni yang dinilai kurang layak untuk dikonsumsi membuat manajemen PT Pelni (Persero) angkat bicara.

Menurut Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Pelni (Persero) Anik Hidayati pihaknya telah menerapkan sistem keamanan pangan bagi para penumpang dengan menggunakan standar internasional.

"Kami telah memiliki sertifikat Hazard Analisyt Critical Control Point (HACCP) atau standar keamanan pangan bagi para penumpang. Ini semua dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa angkutan Pelni," kata Anik Hidayati di Kalabahi, Alor, Rabu (18/12/2024).

Ia berujar bahwa saat ini empat dari 26 milik kapal Pelni sudah menerapkan standar keamanan pangan yakni KM Awu, KM Dorolonda, KM Teluk dan KM Bukit Siguntang.

Baca Juga:50 Yacht Mewah Bersandar Perdana di BMTH Pelabuhan Benoa

Sedangkan yang lainnya masih akan dilakukan pembenahan secara bertahap.

Sementara itu Chief Steward On Duty KM Awu Nugroho Adi Yulianto menjelaskan sertifikat HACCP mengatur tentang keamanan pangan mulai dari penerimaan, penyimpanan, penyiapan, pengelolaan, pengemasan, hingga penyajian.

"Suplai bahan baku pangan misalnya langsung dari suplayer yang merupakan anak perusahaan PT Pelni. Jika suplai bahan baku kualitas kurang baik misalnya rusak kita kembalikan untuk diganti," katanya.

Menurut dia, kapal penumpang Pelni juga menerapkan standar first in first out (Fifo) dan first expire first out (Fefo) dalam pemakaian bahan baku pangan.

"Jadi kita pakai bahan yang masuk terlebih dahulu. Kita prioritaskan sehingga tidak rusak," ujarnya.

Baca Juga:Arus Kencang di Pulau Pura Sebabkan Kapal Tenggelam, 4 Orang Masih Dinyatakan Hilang

Standarisasi rasa itu juga diberlakukan untuk semua kapal Pelni. Ia menegaskan, makanan yang disajikan itu harus dikonsumsi paling lambat 2 jam setelah diambil.

"Makanan di Pelni memiliki standar sama seperti di restoran atau hotel," tandasnya.

Ia pu meminta masyarakat tak khawatir dengan kualitas dan gizi dari makanan yang disediakan di atas kapal, karena menurutnya sudah terjamin standar keamanan pangan.

Kendati memiliki cita rasa yang sama, menu makanan yang disajikan bevariatif. Misalnya, menu makanan hari Senin terdiri dari nasi, ayam saus teriyaki, tumis labu siam buncis, rolade sapi, kerupuk kemasan, sambal kemasan, dan minuman kemasan 600 ml.

"Sebelumnya harga makan di KM Awu per orang Rp 55.000, kini sudah naik Rp 65.000/orang. Harga itu sudah masuk dalam harga tiket, jadi tidak ada pungutan di luar itu," ujarnya.

Penumpang yang hendak makan cukup menunjukkan tiket elektronik yang memiliki barcode.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini