10 Oknum Polisi Diduga Pukuli dan Sekap Warga dalam Kasus Kendaraan Bodong di Bali

Pihak LBH Bali yang kenudian melaporkan kejadian tersebut meminta pertanggungjawaban pidana kepada Polda Bali.

Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 05 Juli 2024 | 19:09 WIB
10 Oknum Polisi Diduga Pukuli dan Sekap Warga dalam Kasus Kendaraan Bodong di Bali
Korban dugaan pemukulan, IWS saat ditemui pada Jumat (5/7/2024) (suara.com/Putu Yonata Udawananda)

Namun, setelah dipulangkan, oknum itu disebut mengambil 5 unit mobil yang ada pada IWS tanpa ada alasan yang jelas. 2 mobil tersebut merupakan kendaraan pribadi IWS, dan 3 lainnya adalah mobil titipan temannya.

“Saya disekap tiga hari mula tanggal 26 sampai 28 (Mei 2024), tiga hari dua malam tapi dipukuli hari itu saja (tanggal 27 dini hari),” ujar IWS pada kesempatan yang sama.

Pihak LBH Bali yang kenudian melaporkan kejadian tersebut meminta pertanggungjawaban pidana kepada Polda Bali khususnya kepada personel yang terlibat.

“Kita meminta Polda Bali untuk memastikan pertanggungjawaban pidana, etik, dan disiplin terhadap semua personil polres Klungkung yang terlibat dalam tindakan tersebut,” imbuh Rezky.

Baca Juga:Dari Rektor Hingga Duta Besar: Menelusuri Jejak Pengabdian Prof. Dr. Ida Bagus Mantra

Sementara itu, Polda Bali sempat mengungkap pengamanan 28 unit kendaraan bodong dari Kabupaten Klungkung. Dari kasus itu, polisi mengamankan 2 orang tersangka dan 1 masih DPO dari dugaan kasus kendaraan bodong dan pemalsuan STNK.

Dalam pengungkapan itu, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan juga membantah peristiwa pemukulan yang terjadi kepada korban.

“Sesuai keterangan Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Made Teddy Satria Permana menegaskan Itu (peristiwa pemukulan terhadap IWS) tidak benar,” ujarnya pada keterangan tersebut.

Namun, terbaru Jansen mengonfirmasi jika dia membenarkan laporan terhadap kasus tersebut. Dia menyebut kasus tersebut masih didalami oleh Kabid Propam Polda Bali.

Kontributor : Putu Yonata Udawananda

Baca Juga:Waspada, Gelombang Tinggi 4 Meter Ancam Jalur Penyeberangan Bali

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak