Bahlil Sudah Buka Peluang Investasi Fasilitas Penunjang LRT di Bali Meski Belum Dibangun

Fasilitas pendukung seperti hotel, minimarket dan lainnya akan dibangun di bawah tanah.

Eviera Paramita Sandi
Rabu, 29 Mei 2024 | 17:21 WIB
Bahlil Sudah Buka Peluang Investasi Fasilitas Penunjang LRT di Bali Meski Belum Dibangun
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Menteri PPN, Suharso Monoarfa saat ditemui di Kantor Gubernur Bali, Rabu (29/5/2024) (suara.com/Putu Yonata Udawananda)

Sementara itu, Direktur PT. Sarana Bali Dwipa Jaya, Ari Askhara menyebut jika pihaknya sudah menerima ketertarikan dari 8 investor terkait proyek ini. Namun, baru 1 pihak investor yang menyatakan langsung minatnya.

Dalam komitmen verbal, Ari menyebut nominal investasi proyek tersebut disebut mencapai USD 20 miliar.

“Sampai saat ini dari market hearing yang kita ketahui ada 8 investor global yang sudah menyatakan minat dan sampai saat ini baru sekali ini, dari BIP yang menyatakan. Dari komitmen verbal yang disampaikan kami mencapai USD 20 miliar,” ujarnya pada kesempatan yang sama.

Pembukaan minat investasi tersebut sudah dibuka meski proyek LRT belum mulai dikerjakan. Tahap groundbreaking LRT di Bali sendiri baru direncanakan untuk dilakukan pada Bulan September 2024 mendatang.

Baca Juga:Dugaan Intimidasi Panitia The Peoples Water Forum (PWF) di Bali Dilaporkan ke Polisi

Proyek LRT di Bali baru direncanakan untuk menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Central Parkir Kuta pada tahapan pertama.

Kontributor : Putu Yonata Udawananda

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak