“Ada yang mengatakan kenapa boncengan berdua ya memang faktor ekonomi saja biar cepat sekalian angkut, tapi saya bilang jangan begitu kita ada regulasi di jalan,” tutur Tjok Pemayun.
Saat ini, pelatihan ini akan terus dilakukan ke pengemudi lain, bahkan tidak hanya perusahaan Grab Indonesia yang digaet namun ke depan perusahaan lain terutama taksi sebagai angkutan mobil.
Director of East Indonesia dari Grab Indonesia Halim Wijaya turut hadir dalam pelatihan ini. Ia mengaku senang karena mitra-mitranya yaitu pengemudi diberikan pelatihan hospitality.
“Inisiatif ini sejalan dengan misi kami untuk turut menjaga kenyamanan masyarakat Bali, termasuk para wisatawan yang berkunjung di Pulau Dewata,” ujarnya. (ANTARA)
Baca Juga:Kronologi Kebakaran di Lapas Kerobokan yang Hanguskan Blok Tirta Gangga