9 WNA di Gili Air Terjangkit DBD, Kadiskes : Sesuai Kalender Risiko Penyakit

Terakhir, penderita kasus DBD di klinik tersebut diketahui dirawat pada 11 Maret 2024.

Eviera Paramita Sandi
Senin, 25 Maret 2024 | 16:34 WIB
9 WNA di Gili Air Terjangkit DBD, Kadiskes : Sesuai Kalender Risiko Penyakit
Nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang menularkan virus dengue. (Sumber: Shutterstock)

SuaraBali.id - Sebanyak sembilan warga negara asing di Kabupaten Lombok Utara terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Terkait kasus tersebut, Dinas Kesehatan NTB bergerak dalam menangani kasus DBD yang tengah terjadi di Kabupaten Lombok Utara.

Sebelumnya, ditemukan Kasus DBD pada wisatawan asing. Informasi tersebut berawal dari laman Facebook “Anonymous Participant” yang menyebutkan banyak dari rekan travelernya di Gili Air, Lombok Utara, dirawat di Rumah Sakit karena menderita DBD.

Berdasarkan informasi tersebut Dinas Kesehatan melakukan verifikasi pada 21 Maret 2024 di Lombok Utara. Ditemukan riwayat 9 WNA penderita kasus DBD yang pernah dirawat di Klinik Medika Gili Air.

Kasus tersebut terjadi pada periode Februari hingga Maret. Terakhir, penderita kasus DBD di klinik tersebut diketahui dirawat pada 11 Maret 2024.

Baca Juga:Warga Mapak Indah Tidak Berani Tidur, Khawatir Rumahnya Diterjang Ombak

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Lalu Hamzi Fikri menjelaskan tren kasus suspek DBD sampai dengan minggu ke-10 tahun 2024 memang mengalami peningkatan yang cukup signifikan di Kabupaten Lombok Utara.

Hal ini sesuai dengan kalender risiko penyakit di Indonesia yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI.

“Kalender itu menunjukkan Bulan Desember dan Januari memiliki kriteria risiko DBD sangat tinggi, Februari dan Maret memiliki risiko tinggi, April memiliki risiko sedang dan Mei hingga September memiliki risiko rendah terhadap kejadian kasus DBD,” katanya.

Sebelumnya, Dikes NTB telah mengeluarkan Surat Kesiapsiagaan Peningkatan Kasus DBD pada awal Februari. Surat tersebut ditujukan bagi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-NTB dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD.

Imbauan tertulis juga diberikan kepada seluruh puskesmas dan desa.

Baca Juga:Paus Terdampar di Pantai Pringgabaya, Aparat Gabungan Minta Jangan Dibunuh

Dinkes NTB mendistribusikan logistik untuk kegiatan pencegahan, pengendalian (insektisida, larvasida, dan alat pengendalian) serta alat diagnosa DBD (RDT NS1 Combo), melakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bersama seluruh puskesmas secara serentak dan berkala di masing-masing wilayah puskesmas.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak