Overtourism di Bali, Antara Berkah dan Kesulitan

Tak cuma itu, pelancong asing yang berkunjung ke Bali juga harus membayar pajak sebesar Rp 150 ribu terhitung mulai 14 Februari 2024.

Denada S Putri
Senin, 01 Januari 2024 | 18:30 WIB
Overtourism di Bali, Antara Berkah dan Kesulitan
Ilustrasi wisman di Bali. [Ist]

SuaraBali.id - Sepanjang Januari-November 2023 kemarin, Bali menjadi salah satu kota di dunia yang mengalami kepadatan wisatawan atau overtourism

Gejala overtourism terjadi pasca pandemi Covid-19 itu menyebabkan sektor pariwisata juga terpantau berkembang pesat.

Melansir dari BeritaBali.com--Jaringan Suara.com, Senin (01/01/2024), World Travel & Tourism Council bahkan memprediksi, sektor pariwisata akan menghasilkan US$9,5 triliun pada tahun kemarin. Angka ini meningkat 95 persen dari periode sebelum pandemi.

Di satu sisi, lonjakan ini berbuah manis untuk bisnis dan ekonomi lokal. Namun di sisi lain, lonjakan ini juga membawa pengaruh negatif seperti kebisingan, polusi, lalu lintas, dan tekanan pada sumber daya publik.

Baca Juga:Begini Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Kuta Bali Jelang Tahun Baru 2024

Bali telah menjadi destinasi tujuan wisata bagi para pelancong mancanegara. Data dari Dinas Pariwisata (Dispar) Bali mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali dari Januari hingga 26 Desember 2023 mencapai lebih dari 5,2 juta orang. Sementara kunjungan wisatawan domestik dari Januari hingga 26 Desember 2023 sebanyak lebih dari 9,4 juta orang.

Sebelumnya, mantan Gubernur Bali I Wayan Koster saat menjabat sampai mewajibkan daftar hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan turis untuk dilampirkan dalam paspor. Di antaranya dilarang mengumpat, menyentuh pohon suci, atau memanjat bangunan.

Tak cuma itu, pelancong asing yang berkunjung ke Bali juga harus membayar pajak sebesar Rp 150 ribu terhitung mulai 14 Februari 2024.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandiaga Uno menekankan perlunya beralih ke model pariwisata yang lebih berkelanjutan, serta menarik pengunjung yang tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya untuk ekonomi lokal yang lebih besar.

Para wisatawan dapat ke Bali dengan suasana yang relatif sepi saat musim hujan, seperti pada bulan Oktober-April.

Baca Juga:Menjelang Pergantian Tahun, Kemacetan Terpantau di Beberapa Titik di Kuta

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini