Disinggung soal apakah ada potensi anggota KPPS kurang, John menyebut proses rekruitmen juga akan menggaet pecalang, jagabaya, serta seka teruna.
Di mana, nantinya hal tersebut akan di SK-kan oleh Satpol PP serta Linmas di tingkatan masing-masing melalui rekomendasi kepala desa.
Selain penanaman ribuan pohon sebagai pengganti surat suara, KPU Bali juga berencana kembali mengadakan TPS khusus yang penyelenggaranya dilakukan oleh perempuan.
Upaya ini, dinilai sebagai bentuk mendekatkan perempuan pada partisipasi dan mengenalkan kepada mereka akan dunia politik.
"Kita dorong perempuan yang ikut jadi KPPS mau jadi panitia penyelanggra supaya mendekatkan mereka bahwa politik ga jelek amat dan ga ada kecurangan. Jika perempuan bicara begini kedepannya mereka ikut parpol," ujar Ketua KPU Bali I Gusti Dewa Agung Lidartawan.
Sebelumnya, ia sudah menguji coba di Pilkada 2020 di Denpasar dan hasilnya dinilai bagus karena TPS yang diselenggarakan perempuan hasilnya lebih bersih bersih, tanpa coretan, cepat rapi. "Warga dilayani betul-betul melayani kita, hasilnya benar," ujarnya.
Ia berencana akan mengadakan 1 TPS Perempuan di tiap kecamatan. "Supaya betul kita dorong partisipasi teman-teman ke dunia kepemiluan agar lumayan tinggi," pungkasnya.