Tak Dipasang Sembarangan, Ini Makna Saput Poleng di Bali

Dalam Kehidupan Umat Hindu di Bali, saput poleng adalah kain yang diberi motif hitam putih dan kadang diselingi warna abu-abu.

Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 04 Agustus 2023 | 20:05 WIB
Tak Dipasang Sembarangan, Ini Makna Saput Poleng di Bali
Kain Poleng

·         Saput poleng sudhamala

Saput poleng Sudhalama adalah cerminan Rwa Bhineda yang ditengahi oleh perantara, sebagai penyelaras perbedaan dalam Rwa Bhineda.

·         Saput poleng tridatu

Saput poleng Tridatu melambangkan ajaran Triguna, yaitu satwam, rajah dan taman. Putih identik dengan kesadaran atau kebijaksanaan (satwam), merah adalah energi atau gerak (rajah) dan hitam melambangkan penghambat (tamah).

Baca Juga:Media Asing Viralkan Gunungan Sampah Raksasa di Buleleng

Saput poleng yang dikenakan oleh pecalang atau petugas keamanan desa adat juga memiliki maksud tersendiri, yaitu dimana seseorang dipercayai menjadi pengaman dan mampu dengan tegas memilah yang baik dan buruk.

Pecalang diharapkan bercermin pada saput poleng yang dikenakan, yaitu mengetahui adanya rwabhineda (keadaan baik ataupun buruk). Selanjutnya, melalui kedewasaan intelektual dan kesigapannya mampu mengendalikan situasi.

Fungsi Saput Poleng

Menurut makalah Makna dan Filosofi Kain Poleng, Saput Poleng memiliki beberapa fungsi, berikut di antaranya:

·         Sebagai tedung (payung) di Pura.

Baca Juga:Breaking News, Kapal Snorkeling di Nusa Penida Meledak dan Terbakar

·         Sebagai umbul-umbul.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak