Megawati Ingatkan Pejabat Dan Rakyat Bali Jangan Terpesona Dengan Turis Asing

Megawati menyampaikan jangan sampai rakyat Bali tidak memiliki tempat lagi sehingga tersingkirkan.

Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 05 Mei 2023 | 14:14 WIB
Megawati Ingatkan Pejabat Dan Rakyat Bali Jangan Terpesona Dengan Turis Asing
Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri bersama Gubernur Bali Wayan Koster. (ist/dok. PDIP)

SuaraBali.id - Pada kedatangan Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri di Bali kali ini, Ketua DPP PDIP tersebut memberi pesan kepada pejabat dan rakyat Bali agar jangan terpesona dengan turis asing di Bali.

Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru yang diselenggarakan Pemprov Bali di The Trans Resort Bali, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (5/5/2023).

Megawati meminta pejabat dan rakyat Bali agar tidak terpesona dengan wisatawan asing. Menurutnya ini bukan antiasing, Megawati menyampaikan jangan sampai rakyat Bali tidak memiliki tempat lagi sehingga tersingkirkan.

Putri proklamator RI ini menyebut bahwa tanah Bali hanya memiliki sedikit daratan dan berbatasan langsung dengan laut sehingga memiliki keterbatasan tanah.

Baca Juga:Gubernur Bali Mengaku Harus Peras Otak Saat Ditugasi Megawati Membuat Konsep 100 Tahun

"Kamu tersingkirkan, tersingkirkan, tinggal nyemplung kamu ke laut," tuturnya.

Ia pun mencontohkan kasus yang terjadi pada suku asli Jakarta yaitu Betawi. Dimana saat ini orang Betawi terpinggirkan dan mayoritas malah bermukim di luar Jakarta.

Menurutnya kebenaran pahit ini harus disampaikan agar pemerintah setempat membuat kebijakan mempertahankan lahan.

"Sekarang ke pinggir, ke pinggir, ke pinggir, itu di kota. Nah, ini (Bali) di pulau kecil, kecil, kecil. Lihat saja di peta kecil. Ini yang Bung Karno bilang pemerasan orang pada orang lain," tandas Megawati.

Sebelumnya Megawati juga meminta Gubernur Bali Wayan Koster membuat haluan pembangunan 100 tahun Bali agar mengutamakan keberadaan lahan subur. Megawati mengaku enggan Bali hanya fokus pada pembangunan infrastruktur atau perhotelan.

Baca Juga:Rencana Gubernur Koster Terhadap Turis Nakal Dan Tak Punya Uang di Bali

Megawati pun meminta Koster untuk memperhatikan kelestarian lingkungan dan tanah.

"Berhenti konversi tanah subur. Itu masih harus masuk catatan. Bagaimana petaninya, rakyatnya nanti mau dikasih makan apa? Bali ini subur, awas, lho, kalau enggak bikin Perda konversi tanah itu," pintanya.

Menurutnya, pembangunan untuk apa dilakukan jika suatu daerah mengalami ketandusan.

Pembangunan hotel yang masif pun di Bali nantinya akan menggerus daerah menjadi daerah yang biasa saja tanpa menjaga kelestarian lingkungan.

Megawati pun berkaca dari Hawaii, Amerika Serikat, yang saat ini turis merasa jenuh untuk berkunjung ke sana, maka, ia mengingatkan gubernur Bali saat ini untuk menjaga pertanahan dan pertanian di Pulau Dewata.

"Ya, dong, supaya rakyat Bali itu makmur dan sejahtera. Enggak usah cari makannya ke mana saja," tegas Megawati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini