Namun demikian, Yunus memilih mundur dari posisi tersebut sehingga langsung diisi oleh Zainudin.
KLB PSSI di Jakarta, Kamis, juga rampung memilih 12 anggota komite eksekutif (exco) PSSI, yaitu Eko Setyawan (52 suara), Endri Erawan (49), Juni Rahman (49), Muhammad (56), Rudi Yulianto (51), Sumardji (44), Vivin Cahyani (46), Pieter Tanuri (60), Arya Mahendra Sinulingga (58), Khairul Anwar (56), Ahmad Riyadh (54) dan Hasnuryadi Sulaiman (48).
Akan Segera Adakan Pertemuan
Rencana Erick Thohir tidak lama setelah terpilih ia akan menggelar sarasehan dalam waktu dekat.
Baca Juga:Pemain Bali United Ungkap Musuh Terbesar di Liga 1, Peluang Pertahankan Gelar Kian Kecil
Tujuannnya adalah guna mencari formula yang tepat untuk meningkatkan prestasi sepak bola nasional.
"Dua minggu lagi saya akan mengadakan sarasehan sepak bola. Di sana para peserta akan dibagi per kelompok yaitu Liga 1, Liga 2, Liga 3, tim nasional, perwasitan, kepelatihan, futsal dan sepak bola wanita," kata Erick pada sela-sela KLB di Jakarta, Kamis.
Erick Thohir juga mengusulkan Statuta PSSI terkait jumlah perempuan di Komite Eksekutif PSSI.
"Saya mengusulkan keterwakilan perempuan di sepak bola itu paling tidak 20-25 persen bukan hanya satu orang," kata Ketum PSSI yang baru itu.
Berdasarkan Statuta PSSI 2019, tepatnya Pasal 38 ayat 2, minimal satu dari 12 anggota Exco PSSI adalah wanita.
Menurut Erick, berbekal pengalamannya sebagai anggota Komite Olahraga Internasional (IOC), jumlah itu masih kurang apabila dibandingkan dengan regulasi di dunia olahraga internasional yang mewajibkan setidaknya 30 persen keterlibatan perempuan di tiap kepengurusan.