"Jadi orang belum dengar argumennya uda menganggap kalau bendera islam dinaikkan itu artinya radikal, teroris, di situ ga benernya. Padahal sebetulnya negeri ini dari awal diasuh oleh pemuka, pejuang yang benderanya Islam. Yang berjuang melawan Belanda pasti kekuatan Islam pada waktu itu Belanda dianggap sebagai Kristen," kata dia.
Namun persoalan posisi agama dalam negara ini kata Rocky Gerung sudah diselesaikan pada waktu Indonesia menganut prinsip kedaulatan rakyat bukan kedaulatan agama.
"Tapi agama menghidupkan aspirasi politik. Itu intinya. jadi setiap kali ada sinisme terhadap politik Islam saya terganggu. Kok ini ga demokratis ya. kenapa mesti dihalangi biarkan orang berpendapat," ucapnya.
Jika ada wacana mau mendirikannegara Islam, menurut Rocky dibiarkan saja gagasan mau buat negara Islam karena toh pada akhirnya ada syarat-syarat teknis mampu apa tidak. Tapi sebagai gagasan jangan dicegat karena pada satu waktu mungkin terwujud.
Baca Juga:Anies Baswedan Berdarah Arab dan Nggak Bisa Nyapres, Pengamat: Siapa Orang Indonesia Asli?
"Demikian juga kita berpikir NKRI harga mati, ya mungkin suatu waktu jadi negara federal kok kenapa mesti dengan harga mati," tutur Rocky Gerung.