"Kami tidak percaya secara nasional mereka sepakat menaikkan harga,” keluhnya.
Ia juga berjanji akan melakukan gerakan-gerakan perlawan. Sebab kondisi negara memang seperti ini ditengah ancaman resesi dan inflasi.
"Kami kampanyekan ada situasi gerakan yang harus dijawab oleh pemerintah, kami akan turun kembali,” katanya.
Terpisah, Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa mengatakan setidaknya ada 850 personel diterjunkan untuk mengamankan jalannnya akasi demonstrasi. Personel ini dibagi menjadi dua, 500 personel di DPRD NTB dan sisanya di kantor Gubernur NTB.
"Aksi ini berjalan cukup baik kami ke depannya humanis dan persuasif,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga mengaku tidak ada mahasiswa yang diamankan.
Meskipun sempat terjadi kericuhan, Mustofa mengaku tidak ada mahasiswa dimanakan. Hanya saja sempat terjadi kesalahpahaman dengan mahasiswa lainnya yang akhirnya dapat dilerai oleh pihak kepolisian.
"Mereka antar kelompok ada yang salahpaham", tepisnya.
Untuk menghindari kejadian yang tidak dinginkan, Mustofa berpesan supaya para koordinator aksi memastikan para rombongan atau massa aksinya. Supaya tidak penyusup yang memprovokasi.
"Jangan sampai ada penyusup, kan tadi ada yang provokasi lempar-lempar botol aqua lempar barang. Kami Polresta Mataran mengendapkan tindakan yang humanis", pungkasnya.