Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

NTB Anggarkan Rp 1,2 Miliar Untuk Pengadaan 10.300 Al Quran

Eviera Paramita Sandi Jum'at, 12 Agustus 2022 | 09:33 WIB

NTB Anggarkan Rp 1,2 Miliar Untuk Pengadaan 10.300 Al Quran
Ilustrasi Al Quran (Unsplash)

Perusahaan pemenang tender tersebut nantinya akan bekerja sama dengan salah satu perusahaan percetakan di Surabaya untuk mencetak ribuan Al Quran.

SuaraBali.id - Dana sebesar Rp 1,2 miliar lebih dialokasikan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk pengadaan 10.300 Al Quran.

Kepala Biro Kesra Setda Provinsi NTB Sahnan di Mataram, Jumat, mengatakan pengadaan 10.300 Al Quran ini diperuntukkan masyarakat wilayah setempat dan dikerjakan CV Sari Murni sebagai pemenang tender.

Perusahaan pemenang tender tersebut nantinya akan bekerja sama dengan salah satu perusahaan percetakan di Surabaya untuk mencetak ribuan Al Quran.

"Karena pada dasarnya tidak sembarang Al Quran ini dicetak. Dengan anggaran sebesar Rp1,2 miliar lebih tersebut, insyaallah akan dicetak sebanyak 10.300 Al Quran jenis standar yang nantinya akan didistribusikan kepada kelompok-kelompok masyarakat, masjid, pondok pesantren di seluruh NTB," ujarnya.

Baca Juga: 8 Wilayah di NTB Rawan Terdampak Musim Kemarau Dan Bencana Kekeringan

Ia menjelaskan biaya pengadaan per satu Al Quran itu dihitung Rp125 ribu.

"Itu sudah termasuk segala pembiayaan mulai dari distribusi termasuk izin penerbitan Al Quran dari pihak Kementerian Agama," katanya.

Al Quran tersebut rencananya akan diberikan sekitar bulan September 2022 dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Insyaallah bulan September tahun ini, sudah dapat didistribusikan ke masyarakat," ujarnya.

Biro Kesra Setda Provinsi NTB memiliki beberapa item kegiatan yang dilaksanakan seperti pemberian hibah bantuan masjid, pondok pesantren, ada juga pengadaan sarana dan prasarana ibadah, seperti sajadah, wireless, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Polisi Temukan Indikasi Penganiayaan di Kasus Penemuan Mayat Guru TK di Mataram

"Nah pengadaan Al Quran ini menjadi salah satu item pengadaan yang menjadi bagian dari item sarana peribadatan. Untuk Al Quran ini sendiri pendistribusiannya nanti akan diserahkan ke pengelola rumah ibadah seperti masjid, pondok pesantren, kelompok masyarakat, tergantung dari permintaan yang diajukan melalui proposal," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait