Manajemen Tak Menampik Pengurangan Karyawan Dampak Pindahnya Supermarket Tiara Dewata

Kini, Tiara Dewata harus meninggalkan lokasi dan kenangan yang lama. Lantas bagaimana nasib ratusan karyawan di dalam ekosistem Tiara Dewata

Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 15 Juli 2022 | 15:18 WIB
Manajemen Tak Menampik Pengurangan Karyawan Dampak Pindahnya Supermarket Tiara Dewata
Supermarket Tiara Dewata di Jalan Mayjen Sutoyo 55 Denpasar. [Instagram @tiaradewata]

“Dengan perpindahan ini jadi selama mereka yang produktif kami pergunakan, tapi yang memasuki usia pensiun hak-haknya sudah kami penuhi ya kemungkinan tetap pensiun, yang produktif masih diupayakan bekerja kembali. Untuk hal ini tentu masih ada perkembangan lagi, karena memang di tempat yang baru menjadi miniature Tiara Dewata yang besarannya tidak seperti yang ada sekarang,” sambungnya.

Novie pun menegaskan bahwa kepindahan Tiara Dewata bukan karena persoalan sengketa, melainkan masa kontrak lahan yang sudah selesai per tahun 2022 ini. Adapun lahan yang digunakan selama puluhan tahun ini merupakan lahan milik Kodam IX/Udayana.

“Dalam hal ini tidak ada yang namanya dilatari dengan sengketa dan sebagainya tidak ada, ini murni karena kontrak kami sudah habis, jadi akhir bulan ini kami harus pindah ke tempat baru lagi. Kami sudah 35 tahun beroperasi di sinni, harapannya tempat yang baru menjadi market yang baru, namun brandingnya tetap Tiara Dewata,” ungkap dia.

Di samping itu, manajemen Tiara Dewata juga mengaku terpukul akibat pandemic COVID-19, pasar pun anjlok, sehingga perlu tata Kelola finansial perusahaan yang lebih sehat dan efisien untuk menutup biaya operasional.

Baca Juga:Manajemen Supermarket Tiara Dewata Ungkap Alasan Pindah Lokasi : Kontrak Kita Habis

“Ada beberapa sisi yang perlu dipertimbangkan juga untuk mengurangi biaya operasional dalam kondisi yang sulit ini. Tentunya kalau berbicara bisnis hitung-hitungan ekonomisnya, kalau pandemi pasti memberi dampak, makanya ketidakmampuan kami untuk menutupi biaya operasional, sehingga kami berupaya mencari seefisien mungkin. Tapi intinya semua berawal dari karena kontrak kami sudah habis, kalau pandemi pasti semua usaha mempertimbangkan yang efisien,” paparnya.

“Jumlah pengunjung juga tidak terlalu ramai dibanding sebelum COVID-19, bisa dilihat dari daya tampung parkir, sebelumnya parkir selalu penuh, sekarang tidak lebih separuh dari lahan parkir, ramainya paling momentum hari raya, misal menjelang Nyepi, hari-hari biasa tida terlalu ramai,” imbuhnya.

Manajemen Tiara Dewata tidak terlalu merisaukan landmark di Jalan Mayjen Sutoyo, pihak pengelola sudah melakukan sosialisasi melalui berbagai kanal, selain itu di akhir-akhir masa di lokasi yang lama, digelar diskon bagi pengunjung sekaligus memancing pelanggan setia untuk datang dan mengetahui informasi kepindahan Tiara Dewata ke lokasi yang baru.

“Kami terus berupaya dekat dengan konsumen, informasi saluran sudah banyak model menjembatani  konsumen dengan kami, kami juga memberikan diskon sambal kami informasikan kepada pelanggan,” ujar dia

“Gedung ini bukan aset pribadi tapi asset pemerintah, apapun policy pemerintah harus kami ikuti, kami harus akhiri kontrak harus berakhir, tidak ada hal yang sifatnya sengketa, kontrak murni habis sehingga kami harus pindah,” pungkas Novie.

Baca Juga:Akan Pindah, Supermarket Tiara Dewata Diskon Hingga 70 Persen Namun Warganet Sedih

Kontributor Bali : Yosef Rian

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak