facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warung Soto Ayam Kampung Legendaris di Jembrana, Hanya 3-4 Jam Langsung Ludes

Eviera Paramita Sandi Selasa, 05 Juli 2022 | 13:58 WIB

Warung Soto Ayam Kampung Legendaris di Jembrana, Hanya 3-4 Jam Langsung Ludes
Warung soto ayam kampung milik Mardinah (62) yang merupakan warga Lelateng, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali. [Istimewa/beritabali.com]

Warung ini telah mewarisi resep soto ayam kampung legendaris yang saat ini sudah diwarisi 3 generasi.

SuaraBali.id - Sebuah warung soto di Jembrana, Bali jadi buruan warga karena rasanya yang legendaris. Warung tersebut adalah milik Mardinah (62) yang merupakan warga Lelateng, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali.

Warung ini telah mewarisi resep soto ayam kampung legendaris yang saat ini sudah diwarisi 3 generasi.

Mardianah atau yang akrab dipanggil Bibi Mar ini mengatakan sejak 5 tahun suaminya Haji Subir meninggal, dirinya dan anak bahu membahu berjualan soto.

Sedangkan resep khas soto ayam kampung didapatkan dari ibu mertua yang awalnya berjualan di depan rumah oleh kakeknya.

Baca Juga: Ketu Sulinggih di Griya Sanding Hilang, Kerugian Capai Rp 90 Jutaan

"Jika dihitung sudah 3 generasi melakoni usaha ini. Kira-kira udah lebih dari 50 tahunan hanya berjualan soto," sebutnya kepada beritabali.com – jaringan suara.com.

Warung sotonya tersebut mulai buka dari jam 09.00 WITA, hanya butuh 3-4 jam untuk habis karena selalu ramai pembeli. Bahkan banyak yang rela antre.

Mardianah juga menyampaikan, pelanggannya sebagian besar mulai dari pegawai hingga pejabat suka menikmati sajian kuliner miliknya yang terkenal dan diburu.

"Kini mencoba mengajarkan anak laki memasak resep khas soto ayam kampung. Ada 6 anak laki-laki yang meninggal dunia 2 orang, kini yang paling kecil belajar masak sambil kuliah," pungkasnya.

Bibi Mar sudah melakoni usaha ini 30 tahun dengan cita rasa dan resep yang sama tanpa ada mengurangi.

Baca Juga: Yaari Rom, Seniman Asal AS Pamerkan Lukisan Pesona Bumi Pertwi di Bali

Ia mengaku tetap menjual harga seporsi Rp15 ribu meski ada kenaikan harga cabai yang kini menyentuh harga Rp90 ribu dari awalnya Rp50 ribu per kilogram.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait