facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Jibran Calon Jemaah Haji Termuda dari Lombok Yang Berangkat Karena Gantikan Ayah

Eviera Paramita Sandi Selasa, 21 Juni 2022 | 13:35 WIB

Kisah Jibran Calon Jemaah Haji Termuda dari Lombok Yang Berangkat Karena Gantikan Ayah
Calon jemaah haji asal Lombok Timur, M Jibran Janwannajihi bersama ibundanya, Susiawati. Jibran menggantikan posisi sang ayah untuk menunaikan haji tahun ini, Selasa (21/6/2022). [Dokumentasi Pribadi]

Jibran melanjutkan, bahwa di matanya mediang ayahnya bukan hanya menjadi pahlawan bagi keluarga.

SuaraBali.id - M Jibran Janwannajihi (18) menjadi Calon Jamaah Haji (CJH) termuda asal Lombok Timur (Lotim) yang akan berangkat tahun ini. Hal ini disebabkan ia harus menggantikan sang ayah yang terlebih dahulu meninggal dunia karena positif covid-19.

“Harusnya tahun ini ayah berangkat bersama bunda, tapi tahun 2021 ayah menjadi salah satu korban meninggal dunia akibat covid-19,” kata Jibran memulai cerita kepada suara.com, (Selasa 21/6/2022).

Jibran melanjutkan, bahwa di matanya mediang ayahnya bukan hanya menjadi pahlawan bagi keluarga. Akan tetapi bagi orang lain, sebab sang ayah menjadi Tenaga Kesehatan (Nakes) di salah satu rumah puskemas di Lotim.

Menjadi nakes harus berjuang dan menjadi garda terdepan dalam memerangi pandemi covid-19. Saat berjuang, sang ayah gugur di tengah perjuangannya bersama para nakes lainnya.

“Waktu itu kalau gak salah, beliau orang pertama mengajukan diri untuk  di vaksin karena beredar berita bohong tentang bahaya vaksin,” ungkap pemuda asal Dusun Bilasundung, Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Lotim.

Sekarang, Jibran meneruskan mimpi sang ayah untuk beribadah ke tanah suci bersama keluarga.

Bukan hanya itu ia juga menjadi tulang punggung keluarga dengan meneruskan usaha kecil-kecilan yang di bangun sang ayah.

“Ayah punya mimpi mau ibadah haji bersama ibu, hari ini saya wujudkan mimpi ayah untuk menjaga ibu dan menemani badah ke tanah suci,” akunya.

Gibran mengaku memilki dua orang adik. Untuk adik laki-lakinya duduk di bangku SD dan adik perempuan masih duduk di bangku  SMP dari pasangan H Alwani (almarhum) dan Susiwati.

Melihat kedua adik-adiknya yang masih belia, Gibran harus terlihat tegar dan kuat. Meskipun rasa sedih dan kangen terkadang datang.

Komentar

Berita Terkait