"Ketika ini terjadi akan menimbulkan disregulasi atau ketidakseimbangan hormon sehingga mengakibatkan impotensi, gangguan ejakulasi dan hipogonadisme atau masalah kekurangan hormon testosteron," kata dia.
Hal lain yang juga perlu dilakukan yakni rutin melakukan olahraga dan menghindari hidup sedenter. Gaya hidup sedenter atau tak aktif bergerak meningkatkan risiko disfungsi seksual sebesar 31 persen.
Berbicara olahraga, menurut Widi, jenis olahraga yang baik untuk jantung seperti lari dan bersepeda juga bagus untuk fungsi seksual. Khusus untuk mereka yang suka bersepeda, sebaiknya lakukan dulu bike fitting agar postur tubuh dengan ukuran sepeda dan pedal bisa sesuai.
"Karena pada kondisi tidak dilakukan bike fitting dengan baik, posisinya tidak ergonomis, tekanan di daerah selangkangan cukup tinggi maka justru akan mengakibatkan masalah ereksi. Terutama bila yang suka melakukannya diatas 100 km misalnya. Harus hati-hati," ujar Widi.
Senam kegel juga dapat dilakukan. Senam ini bisa membantu menguatkan otot dasar panggul, mengoordinasikan otot yang berperan dalam proses ereksi dan ejakulasi serta melatih kontraksi di daerah anus.
Widi menyarankan pria melakukan senam kegel 90 kali dalam sehari, yakni 30 kali pagi, 30 kali siang dan 30 kali malam hari.
Terakhir, sebaiknya penuhi kebutuhan tidur yang cukup yakni 6-9 jam. Kondisi kurang tidur atau bahkan insomnia dapat menyebabkan penurunan kadar testosteron.