Romo Herman mengisahkan, Yesus meskipun tidak bersalah namun Ia rela menderita dan sengsara demi kepentingan orang lain karena sesungguhnya dosa umat manusialah yang ditanggung-Nya.
"Penderitaan, kesengsaraan kita harus ikhlas dalam menjalaninya untuk harkat dan martabat yang lebih baik," kata Romo Herman
Umat diajak belajar dari Salib Yesus bagi kehidupan, di mana untuk mencapai suatu pengharapan atau cita-cita haruslah berjuang dan rela menderita.
“Hidup manusia tidak bisa luput dari penderitaan, tetapi bersama salib Kristus, kita bisa membangun kehidupan yang lebih baik dari waktu ke waktu, semoga salib Kristus membawa keselamatan bagi kita semua yang penuh kesulitan dan tantangan,” ungkapnya.
Kontributor Bali : Yosef Rian