Gubernur Koster Janji Perjuangkan Agar Seluruh MDA di Bali Punya Mobil Operasional

Mobil tersebut akan digunakan sebagai salah satu penunjang kegiatan MDA kabupaten/kota se-Bali

Eviera Paramita Sandi
Rabu, 06 April 2022 | 13:47 WIB
Gubernur Koster Janji Perjuangkan Agar Seluruh MDA di Bali Punya Mobil Operasional
Gubernur Bali I Wayan Koster. [Foto : Istimewa]

SuaraBali.id - Gubernur Bali Wayan Koster berjanji akan berupaya agar seluruh majelis desa adat kabupaten/kota se-Pulau Dewata memiliki mobil untuk mendukung kegiatan dan operasional.

"Saya akan terus berjuang melakukan komunikasi dengan berbagai perusahaan milik BUMN maupun perusahaan lainnya di Bali, agar seluruh MDA Kabupaten/Kota Se-Bali mendapatkan mobil operasional," kata Koster dalam keterangan tertulisnya Rabu (6/4/2022).

Sebelumnya Gubernu Koster menerima bantuan mobil, masing-masing satu unit dari Bank BPD Bali dan PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar, untuk digunakan dan membantu operasional majelis desa adat (MDA) di Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Jembrana

Mobil tersebut akan digunakan sebagai salah satu penunjang kegiatan MDA kabupaten/kota se-Bali dalam melestarikan adat istiadat, tradisi, seni budaya dan kearifan lokal Bali yang ada di setiap desa adat.

Sedangkan sebelumnya juga pada Selasa (5/4/2022), Gubernur Bali telah menerima bantuan CSR (dana tanggung jawab sosial perusahaan) berupa mobil toyota avansa, masing-masing satu unit dari BPD Bali (BUMD) dan PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar (BUMN).

Ditambahkan Koster, sebelumnya pada 23 Desember 2021, ia juga telah memberikan bantuan satu unit mobil untuk operasional MDA Kabupaten Buleleng yang bersumber dari bantuan CSR dari Perbarindo Bali.

"CSR yang sekarang saya prioritaskan dulu untuk MDA yang jarak tempuhnya jauh, seperti MDA Kabupaten Karangasem dan MDA Kabupaten Jembrana," ujarnya pada acara yang juga dihadiri Bandesa Agung (Ketua) MDA Provinsi Bali Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet itu.

Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng, ini mengingatkan seluruh perusahaan di Bali untuk sama-sama memiliki tanggung jawab di dalam merawat alam, manusia dan kebudayaan Bali.

"Siapapun yang mengais rezeki dan mencari peluang ekonomi di Bali harus mempunyai tanggung jawab untuk sama-sama merawat alam, manusia dan kebudayaan Bali," ucapnya.

Pihaknya menekankan hal tersebut supaya ada timbal balik karena manusia menghirup udara di Bali, beraktivitas untuk mengembangkan usaha di Bali, kemudian mendapatkan manfaat, keuntungan dan maju usahanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak