SuaraBali.id - Meski tidak menjadi mayoritas, namun pemeluk Agama Islam di Bali tetap khidmat menjalankan puasa Ramadhan. Seperti yang dilakukan di Banjar Dinas Saren Jawa Desa Budakeling Kecamatan Bebandem Kabupaten Karangasem.
Pada Ramadhan tahun ini, mereka memulai puasa hari pertama pada Minggu (3/4/2022). Keunikannya, pada saat waktu Magrib atau berbuka, mereka melakukan buka bersama dengan cara megibung.
Bagi warga yang tinggal di banjar tersebut, megibung sudah menjadi tradisi yang terkait erat dengan buka puasa pada hari pertama.
"Megibung memang sudah rutin dilaksanakan pada saat buka puasa saat hari pertama, jadi sebelum melaksanakan sholat magrib kita buka puasa megibung bersama warga," kata seorang warga Banjar Dinas Saren Jawa tutur Made Hasan kepada Beritabali.com-jaringan Suara.com.
Baca Juga:Berikut Ini 4 Golongan yang Diperbolehkan Membatalkan Puasa saat Ramadhan
Sebelum mulai megibung, setiap kepala keluarga yang beragama Islam di Banjar Saren Jawa membawa "Sagi". Hidangan Sagi terdiri dari nasi dan berbagai jenis lauk yang berada dalam satu nampan atau "nare" untuk dikumpulkan di masjid setempat.
Megibung dalam versi warga Banjar Saren Jawa hampir sama dengan tradisi megibung pada budaya Bali pada umumnya. Untuk satu "Sagi" atau hidangan lengkap dalam satu nampan akan dimakan bersama empat hingga lima orang.
Namun yang sedikit membedakan terletak pada menu lauknya. Jika biasanya tradisi megibung identik dengan lawar, maka menu tersebut diganti dengan hidangan lainnya seperti rendang, opor, sate sapi dan daging ayam.