facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita Anggota PJR Polda NTB Saat Dibonceng Franco Morbidelli Naik Motor Dinas ke Bandara

Eviera Paramita Sandi Rabu, 23 Maret 2022 | 12:58 WIB

Cerita Anggota PJR Polda NTB Saat Dibonceng Franco Morbidelli Naik Motor Dinas ke Bandara
Anggota polisi dari Satuan PJR Polda NTB, Ajun Inspektur Polisi Dua Lalu Dwi Prayitno, menjadi penyelamat pembalap MotoGP, Franco Morbidelli, dari resiko ketinggalan pesawat terbang menuju Italia dari Bandara Internasional Lombok, di Mataram, NTB, Senin (21/3/2022).

Saat Morbidelli tiba dia juga telah bersiap mengawal. Namun tiba-tiba saja, pembalap asal Italia itu tertarik melihat kendaraan dinas kepolisian.

SuaraBali.id - Seorang polisi dari Satuan PJR Polda NTB, Ajun Inspektur Polisi Dua Lalu Dwi Prayitno, menjadi dewa penyelamat pebalap MotoGP, Franco Morbidelli. Pasalnya pembalap yang tadinya berlaga di Sirkuit Mandalika ini hendak mengejar terbang menuju Italia dari Bandara Internasional Lombok (BIL) pada Senin (21/3/2022).

Morbidelli pun pinjam motor dinas polisi yang dikendarai Prayitno, yang merupakan komandan regu BM 3 Patroli dan Pengawalan Satuan Lalu-lintas Polres Lombok Timur, Polda NTB.

“Saat itu saya dan rekan-rekan dari Satuan PJR Polda NTB, diperintahkan untuk mengawal 13 rombongan rider MotoGP yang akan kembali ke negaranya masing–masing menuju Bandara Internasional Lombok,” kata dia, melalui siaran pers dari Humas Polda NTB, di Mataram, NTB, Rabu (23/3/2022).

Menurutnya saat itu dirinya bersama tim Gabungan Satuan PJR Polda NTB hendak mengawal pembalap MotoGP menuju Bandara. Namun saat itu salah satu pembalap, Morbidelli, datang terlambat sehingga dengan terpaksa ia ditinggal 12 pembalap lain.

Baca Juga: Jual Minuman Dan Makanan di Kuburan Tempat Nonton MotoGP Mandalika, Sariah Ikut Dapat Untung

“Morbidelli memang datang terlambat sehingga 12 rombongan lainnya terpaksa mendahului ke bandara dengan pengawalan buka tutup oleh rekan–rekan saya. Sementara saya diperintahkan untuk menunggu Morbidelli guna melakukan pengawalan selanjutnya,” jelasnya.

Saat Morbidelli tiba dia juga telah bersiap mengawal. Namun tiba-tiba saja, pembalap asal Italia itu tertarik melihat kendaraan dinas kepolisian dan langsung menghampiri dia.

“Dia menghampiri saya dan meminta izin menggunakan motor dinas ini, mungkin dia ingin merasakan sensasi uji kendara karena kebetulan merek motor dinas yang saya bawa ini sama dengan merek motor yang ia pakai saat balapan di ajang MotoGP,” kata dia.

“Setelah saya izinkan dan Morbidelli bersiap mengendarai moge itu, tiba-tiba ia meminta saya duduk di belakang untuk ia bonceng menuju hotel, namun saat itu saya bingung karena helm hanya ada satu. Untungnya saat di gerbang Sirkuit Mandalika ada rekan saya yang memberikan helm jadi saat di jalan raya kami berdua menggunakan helm,” katanya.

Deg-degan Dibonceng Pembalap Kelas Dunia

Baca Juga: 11.400 Orang Datangi Bandara Intenasional Lombok Per Hari, Terbanyak Jakarta, Denpasar, Surabaya

Ia menuturkan selama perjalanan tentu saja sebagai manusia normal ia juga merasakan kebanggaan sekaligus deg-degan karena selain sedang dibonceng pembalap kelas dunia (MotoGP). Sebagai aparat ia juga harus memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan pembalapasal Italia itu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait