facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemerintah Terapkan Travel Bubble Untuk Delegasi G20

Eviera Paramita Sandi Selasa, 15 Februari 2022 | 08:33 WIB

Pemerintah Terapkan Travel Bubble Untuk Delegasi G20
Ilustrasi travel bubble.[Shutterstock]

Diketahui saat ini sejumlah delegasi sudah berdatangan sejak Sabtu (12/2/2022) malam.

SuaraBali.id - Kebijakan travel bubble bagi delegasi negara peserta untuk menekan laju kasus COVID-19 akan diterapkan pemerintah untuk penyelenggaraan Group of Twenty (G20).

Diketahui saat ini sejumlah delegasi sudah berdatangan sejak Sabtu (12/2/2022) malam.

"Seluruh delegasi sejauh ini dipandang layak secara kesehatan untuk mengikuti rangkaian kegiatan," kata Pokja Logistik Bidang Finance Track G20 Rudy Rahmaddi Rudy dalam "Media Briefing Persiapan 2nd FCBD dan 1st FMCBG G20, Senin (14/2/2022).

Agenda pertemuan G20 dibagi dalam dua pertemuan, antara lain pertemuan tingkat menteri dan gubernur bank sentral G20 pada 17 hingga 18 Februari serta pertemuan kedua tingkat deputi jalur keuangan G20 pada 15 hingga 16 Februari 2022.

Rudy mengatakan kedua pertemuan tersebut digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta. Adapun seluruh penyelenggaraan G20 dipusatkan di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Gelaran G20 ini diselenggarakan secara hibrida. Sebanyak 389 delegasi akan hadir dalam pertemuan jalur keuangan G20 pada pekan ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 175 delegasi akan hadir secara virtual, sedangkan 214 lainnya akan hadir secara langsung.

Rudy menjelaskan, panitia menerapkan skema travel bubble sebagai bentuk karantina untuk para delegasi yang datang ke Jakarta.

Travel bubble merupakan sistem koridor perjalanan dengan tujuan untuk membagi peserta ke dalam kelompok (bubble) yang berbeda. Caranya adalah dengan memisahkan peserta yang memiliki risiko terpapar COVID-19.

Pemisahan juga disertai pembatasan interaksi hanya pada orang di dalam satu kelompok (bubble) yang sama dan penerapan prinsip karantina untuk meminimalisasi risiko penyebaran COVID-19.

Para delegasi, lanjut Rudy, dapat lepas dari bubble atau keluar dari area pertemuan setelah pertemuan selesai dan melewati masa karantina.

Komentar

Berita Terkait