facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gempa Lombok M 4,6 Terjadi Saat Waktu Salat Subuh, Warga Trauma Kejadian Tahun 2018

Eviera Paramita Sandi Selasa, 25 Januari 2022 | 09:24 WIB

Gempa Lombok M 4,6 Terjadi Saat Waktu Salat Subuh, Warga Trauma Kejadian Tahun 2018
Ilustrasi gempa bumi. (Antara/ist)

BMKG merilis bahwa guncangan gempa bumi tersebut berkekuatan magnitude 4,6, pada pukul 05.14 WITA

SuaraBali.id - Gempa M 4,6 mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada pagi buta, Selasa (25/1/2022). Guncangan gempa bumi ini dirasakan hampir seluruh warga dan mengakibatkan penghuni rumah berhamburan keluar.

BMKG merilis bahwa guncangan gempa bumi tersebut berkekuatan magnitude 4,6, pada pukul 05.14 WITA, dengan titik koordinat Lokasi 8.76 LS, 116.14 BT. Jarak gempa pada 10 Kilometer arah tenggara.

Melansir beritabali.com – Jaringan Suara.com, warga Sekarbela Kota Mataram turut panik. Hal ini karena gempa bumi terjadi beberapa saat setelah Adzan berkumandang.

Saat itu warga baru saja bangun untuk menunaikan salat Subuh. Mereka pun berhamburan keluar menyelamatkan diri.

Banyak warga yang masih trauma dengan gempa pada tahun 2018 lalu.

PLH Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Eka Sri Sulistianingsih menjelaskan gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di darat. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukan bahwa gempabumi memiliki mekanisme geser (strike-slip).

Getaran gempa bumi tidak hanya dirasakan di wilayah Lombok Barat, namun seluruh wilayah Lombok bahkan hingga ke sejumlah daerah di Bali juga merasakan getaran gempa bumi ini.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempabumi tektonik menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga hari Selasa (25/1/2022)  pukul 05.47 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar

Berita Terkait