facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ibu dan Anak Hanyut Terseret Arus di Buleleng, Keluarga Gelar Sesaji untuk Kelancaran Pencarian

Muhammad Yunus Minggu, 16 Januari 2022 | 17:01 WIB

Ibu dan Anak Hanyut Terseret Arus di Buleleng, Keluarga Gelar Sesaji untuk Kelancaran Pencarian
Pihak keluarga korban ibu dan anak hanyut menggelar upacara prosesi agama Hindu, pada Minggu (16/1/2022) sore [Suara.com/Ahmad]

Keluarga menggelar upacara agama

SuaraBali.id - Keluarga korban Ni Luh Wardani (48 tahun) dan Kadek Restini (9 tahun), ibu dan anak asal Kelurahan Banyuning, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Bali, yang hanyut setelah terseret arus deras, menggelar upacara agama pada Minggu (16/1/2022) sore.

Prosesi ritual ini dilakukan oleh pihak keluarga di Pura Segara di kawasan Eks Pelabuhan Buleleng, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

"Sebagai umat yang beragama Hindu, di samping berusaha untuk melakukan pencarian secara skala. Kami juga melakukan upaya pencarian secara niskala, dengan menggelar upacara ini," ujar Komang Budiasa, sepupu korban Luh Wardani.

Budiasa mengatakan upacara agama ini dilakukan berupa menghaturkan sesaji yang disebut "pejati" sesuai dengan kepercayaan, dengan tujuan agar memberikan kelancaran dalam proses pencarian terhadap korban.

Baca Juga: Baru 20 Menit Masuk Kamar, Pria di Buleleng Tewas Diduga Karena Obat Kuat

"Kami melakukan upacara maturan pakem, dengan menghaturkan sesaji dan bebek. Kami berharap agar (korban) secepatnya ditemukan. Saya sudah berkomunikasi dengan pihak SAR dan Pol Air terkait upaya pencarian. Namun belum ada info tentang keberadaan," tutupnya.

Sementara itu, pencarian terhadap Luh Wardani dan Restini yang hanyut pada Sabtu (15/1) kemarin terus dilakukan. Petugas SAR gabungan dari personel Basarnas, TNI, dan Polri, serta relawan melakukan penyisiran sejak pukul 06.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita. Namun, keberadaan korban masih nihil.

"Sampai saat ini, pencarian masih nihil. Target belum ditemukan. Besok kami tetap melakukan operasi SAR, dengan misi yang sama. Pencarian maksimal kami lakukan selama 7 hari," ujar Kepala Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Buleleng, Dudi Librana.

Kata Dudi Librana, kegiatan pencarian hari kedua dilakukan dengan menyisir wilayah perairan laut menggunakan 2 unit rubber boat milik Basarnas dan Polairud Polres Buleleng. Dengan luas pencarian 3 Nautical Mile arah barat dan timur.

Penyisiran juga dilakukan di kawasan pantai, sekitar 2 kilometer ke arah barat maupun timur dari muara sungai korban dilaporkan hanyut "Kemudian penyisiran juga dilakukan di sungai, dari titik awal lokasi korban dicurigai hanyut sampai ke muara," jelasnya.

Baca Juga: Mancing Ikan, Komang Sira Tewas Tersambar Petir di Keramba Apung, Tubuhnya Terbakar

Kontributor: Ahmad Muzakki

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait