facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ibu Dan Anak Petugas Kebersihan di Buleleng Hilang Diduga Hanyut di Sungai Saat Hujan Deras

Eviera Paramita Sandi Minggu, 16 Januari 2022 | 06:20 WIB

Ibu Dan Anak Petugas Kebersihan di Buleleng Hilang Diduga Hanyut di Sungai Saat Hujan Deras
Petugas gabungan melakukan penyisiran di sekitar pantai mencari keberadaan ibu dan anak yang hanyut pada Sabtu (15/1/2022). [Suara.com-Ahmad]

Pencarian masih difokuskan dengan melakukan penyisiran di pinggir pantai dan sekitar TKP.

SuaraBali.id - Ibu dan anak asal Kelurahan Banyuning, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Bali, hanyut setelah terseret arus deras pada Sabtu (15/1/2022) sore. Peristiwa ini terjadi saat korban hendak berangkat bekerja. Hingga Sabtu malam, keberadaan kedua kedua korban masih belum ditemukan.

Awalnya, korban Ni Luh Wardani, 48, hendak berangkat bekerja melaksanakan tugas kebersihan di kawasan Kalibaru. Saat itu korban mengajak anaknya yang bernama Kadek Restini, 9. Sebelum kejadian naas itu, korban hendak menyeberang sungai Kalibaru.

Namun, saat hujan mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 14.39 Wita, tiba-tiba arus di muara sungai Kalibaru menjadi begitu kuat sehingga menghanyutkan Luh Wardani dan putrinya yang masih duduk di bangku kelas III SD itu.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke petugas terkait. Personel gabungan dari Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Buleleng, TNI AL, BPBD Kabupaten Buleleng, dan Sat Polairud Polres Buleleng, dikerahkan ke TKP untuk melakukan pencarian.

Sebagian petugas juga melakukan pemantauan di muara sungai di kawasan Eks Pelabuhan Buleleng, dan sekitarnya. Bahkan, dua unit ambulance dari PMI Kabupaten Buleleng telah disiagakan di sekitar pelabuhan. Sayangnya, hingga sekitar pukul 19.30 Wita keberadaan kedua korban masih belum diketahui. 

Kepala Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Buleleng, Dudi Librana Marjaya menyampaikan, pencarian masih difokuskan dengan melakukan penyisiran di pinggir pantai dan sekitar TKP. Karena terkendala cuaca buruk dan gelombang laut yang tinggi.

Jika pencarian dipaksakan dengan mengerahkan rubber boat, dikhawatirkan sampah-sampah yang terbawa arus akan merobek rubberboat dan megancam kselamatan tim pencari. 

"Terkait pencarian dua korban ini akibat cuaca buruk, kami melakukan penyisiran, baik dari arah barat atau timur dari lokasi kejadian. Selanjutnya apabila kondisi baik, pencarian akan kami lanjutkan dengan mengerahkan rubber boat," ungkap Dudi Librana.

Kontributor : Ahmad

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar

Berita Terkait