alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Program Bayi Tabung Kini Bisa di RSUD Mataram, Harganya Sekitar Rp 50 Juta

Eviera Paramita Sandi Kamis, 13 Januari 2022 | 16:23 WIB

Program Bayi Tabung Kini Bisa di RSUD Mataram, Harganya Sekitar Rp 50 Juta
Ilustrasi bayi tabung [shutterstock]

Eka mengatakan layanan bayi tabung di Kota Mataram dan Nusa Tenggara Barat (NTB) secara umum sangat potensial.

SuaraBali.id - Layanan program bayi tabung saat ini sudah dapat dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Program ini dapat membantu upaya pasangan suami istri yang ingin memiliki keturunan. 

Adapun menurut Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram Ni Ketut Eka Nurhayati program bayi tabung ini mulai dirintis sejak tahun 2017. Disebutkan pula harga layanan program ini berkisar antara Rp 50 juta rupiah. 

"Kalau terkait dengan harga, layanan bayi tabung sekitar Rp50 juta. Tinggi memang, karena obat-obatannya impor dan mahal," kata Eka, Kamis (13/1/2022). 

Eka yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMF Obgyn RSUD Kota Mataram ini mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih mencari tempat yang memenuhi syarat untuk laboratorium inseminasi di sekitar areal rumah sakit, sebab pascagempa bumi lantai lima Graha Mentaram yang berada di bagian selatan gedung RSUD Kota Mataram tidak ditempati lagi.

"Bahkan, sudah punya berbagai peralatan dan laboratorium inseminasi di lantai lima gedung Graha Mentaram. Tapi, akibat gempa bumi yang terjadi pada Agustus 2018, semua hancur," katanya.

Menurutnya, laboratorium inseminasi ini harus dekat dengan ruang operasi dan ICU, sehingga tidak bisa mencari lahan di luar areal rumah sakit. Selain itu, kebutuhan anggaran untuk membuka layanan program bayi tabung sekitar Rp5 miliar dimana  dana tersebut hanya untuk penyiapan laboratorium inseminasi.

"Belum termasuk pelatihan tenaga ahli dan penyiapan alat-alat. Tapi, sebagian alat yang rusak akibat gempa bumi sudah diperbaiki dan masih bisa digunakan, tinggal kita tambah yang kurang-kurang saja," katanya.

Eka mengatakan layanan bayi tabung di Kota Mataram dan Nusa Tenggara Barat (NTB) secara umum sangat potensial. Bahkan, puluhan pasangan suami istri sudah ada didaftar tunggu.

"Karena layanan bayi tabung di sini belum ada, saya sudah banyak merujuk pasangan suami istri untuk program bayi tabung ke berbagai daerah, seperti ke Bali, Surabaya dan Bandung," sebutnya.

Oleh karena itu, ia berharap program bayi tabung di RSUD Kota Mataram bisa segera dibuka dan akan menjadi layanan pertama serta satu-satunya di NTB. (ANTARA)

Komentar

Berita Terkait