Adik Saya Dijanjikan Pulsa 100 Ribu Asal Mau Foto Tanpa Busana

Betapa terkejutnya, gadis kelas 3 SMA di Denpasar ini ketika melihat percakapan di aplikasi pesan Whatsapp

Eviera Paramita Sandi
Senin, 13 Desember 2021 | 11:16 WIB
Adik Saya Dijanjikan Pulsa 100 Ribu Asal Mau Foto Tanpa Busana
Ilustrasi Kekerasan Berbasis Gender Online pada anak. [Foto : Ilustrasi / Suara.com]

SuaraBali.id - Siang akhir Oktober 2021, Ratih (bukan nama sebenarnya) melihat adiknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar memainkan gawainya. Ia lalu duduk di samping adiknya untuk meminjam gawai tersebut.

Secara berkala, Ratih memang memeriksa isi gawai milik adiknya. Ia khawatir adiknya mengakses konten yang tak sesuai usianya. Betapa terkejutnya, gadis kelas 3 SMA di Denpasar, Bali ini ketika melihat percakapan di aplikasi pesan Whatsapp adik perempuannya itu.

Sebuah nomor tak dikenal berbalas pesan dengan sang adik. Awalnya obrolan biasa menanyakan nama dan alamat. Namun semakin lama menjurus permintaan yang tak pernah ia bayangkan.

Pemilik nomer itu mengaku bernama Pendi dan domisili di Pontianak. Ia menggunakan foto profil ilustrasi burung garuda.

Pendi awalnya meminta berkenalan. Kemudian menawarkan Rp100 ribu pulsa kepada sang adik. Namun syaratnya adiknya harus mengirim foto kepada Pendi.

Sang adik sempat mengirim foto selfie dirinya ketika di kamar. Namun Pendi mengatakan foto yang dikirim salah. Ia meminta foto gadis kecil itu untuk tak berbusana.

Beruntung, percakapan itu langsung ditemukan oleh sang kakak. Ratih marah dan sekaligus terkejut. Ia tak menyangka adiknya hampir saja menjadi korban kekerasan berbasis gender online (KBGO).

Ratih lantas memeriksa grup Whatsapp yang diikuti oleh adiknya. Total ada empat grup yang berisi ratusan anggota para gadis kecil yang memiliki hobi yang sama yakni bermain game online SAKURA School Simulator.

Adiknya bergabung ke grup itu melalui tautan yang didapatkannya dari YouTube. Saat itu, si adik sedang membuat konten tentang game yang dimainkannya.

Dari empat grup berisi ratusan peserta itu, Pendi masuk di dalamnya. Dari story whatsapp Pendi, ada percakapan yang ditangkap layar sejumlah anak berterimakasih karena dikirim pulsa. Ratih yakin anak-anak tersebut sudah mengirim foto sensitif sesuai yang diminta Pendi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak