Rayakan Galungan, Umat Hindu di Bali Disarankan Tak Konsumsi Daging Babi Setengah Matang

Dalam merayakan hari raya Galungan dan Kuningan, umat Hindu biasanya merayakannya dengan memasak daging Babi

Eviera Paramita Sandi
Selasa, 09 November 2021 | 11:41 WIB
Rayakan Galungan, Umat Hindu di Bali Disarankan Tak Konsumsi Daging Babi Setengah Matang
Menjelang perayaan Hari Galungan dan Kuningan umat Hindu agar mengkonsumsi daging yang sehat dan memasaknya tidak dalam kondisi mentah atau setangah matang./Dok. Humas Pemkot Denpasar

SuaraBali.id - Besok adalah perayaan hari suci Galungan, Umat Hindu di Bali akan merayakan hari raya. Demikian pula warga Kota Denpasar.

Dalam merayakan hari raya Galungan dan Kuningan, umat Hindu biasanya merayakannya dengan memasak daging Babi. Namun disarankan agar mengkonsumsi daging yang sehat dan memasaknya tidak dalam kondisi mentah atau setengah matang.

Plt. Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, AA Bayu Bramastha mengimbau pedagang untuk menjaga kebersihan, kesehatan,  dan keamanan daging.

Saat mendampingi Bayu Bramastha, Kabid Kesehatan Hewan, I Made Ngurah Sugiri, Senin (8/11/2021, ia mengimbau masyarakat atau pembeli agar daging dimasak dengan baik, atau tidak dalam kondisi mentah atau setengah matang.

Pemeriksaan daging babi dengan menyasar Pasar dan Rumah Pemotongan Hewan guna memastikan kesehatan daging babi yang beredar di pasaran.

Kegiatan dilakukan menjelang Hari Suci Galungan, khususnya Penampahan Galungan yang identik dengan tradisi mebat.

Saat pengecekan, Bayu Bramastha didampingi Kabid Kesehatan Hewan, I Made Ngurah Sugiri mengatakan, sebagai upaya untuk memastikan kesehatan, keamanan dan keutuhan daging babi.

Daging-daging babi yang beredar di pasaran jelang Hari Suci Galungan dan Kuningan dilakukan pemeriksaan kesehatannya sehingga aman untuk dikonsumsi. 

Pemeriksaan ini  dilakasanakan selama dua hari pada 8 dan 9 November. Sebanyak 23 petugas kesehatan hewan  diterjunkan dengan menyasar pedagang daging babi di pasar dan RPH.

“Tujuan kami tentu agar daging yang beredar di pasaran termasuk di masyarakat adalah daging yang aman, sehat untuk dikonsumsi,” tuturnya seperti diwartakan kabarnusa – Jaringan Suara.com.

Dari hasil pemeriksaan, Sugiri menambahkan, sebanyak 24.000 Kg Daging Babi terpantau beredar di pasaran. Dimana, dari seluruhnya telah dilaksanakan pemeriksaan dan dinyatakan sehat.

“Sebanyak 24.000 kg daging babi yang beredar sehat,” jelasnya

Pedagang dihimbau memperhatikan kesehatan daging, termasuk juga kebersihan tempat berjualan. Sedangkan untuk masyarakat pihaknya menekankan agar daging dimasak dengan maksimal. 

“Kepada pedagang kami imbau untuk menjaga kebersihan, kesehatan,  dan keamanan daging, dan kepada masyarakat atau pembeli agar daging dimasak dengan baik, tidak dalam kondisi mentah atau setengah matang,” imbuhnya (rhm)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini