Secara sekilas Peuyeum memang terlihat serupa dengan tape namun keduanya memiliki perbedaan, Peuyeum tidak mengandung banyak air dan lebih tahan lama tidak seperti tape. Rasa tape juga lebih manis dibandingkan dengan Peuyeum.
4. Ayam Bakakak
![ilustrasi ayam bakar, ayam bakakak [shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/05/29/18820-ilustrasi-ayam-bakar-ayam-bakakak.jpg)
Ayam Bakakak atau dalam bahasa Sunda disebut dengan nama Hayam Bekakak, merupakan kuliner khas masyarakat Jawa Barat yang menggunakan ayam kampung sebagai bahan utamanya dan banyak digunakan dalam acara-acara tertentu seperti, khitanan atau pernikahan.
Ayam Bakakak disajikan secara utuh layaknya ingkung. Ayam Bakakak biasanya disajikan dengan lalapan dan sambal.
Baca Juga:Akun Twitter Polres Bogor Kota Like Konten Porno, Begini Reaksi Polda Jabar
5. Cuanki

Terdiri dari bakso ikan, atau daging sapi, tepung tapioka dan bumbu penyedap lainnya yang disajikan dengan kuah kaldu dengan cita rasa yang kuat dan gurih. Cuanki biasanya juga dilengkapi dengan siomay kukus, siomay goreng, tahu goreng, tahu rebus dan juga taburan bawang goreng dan daun seledri. Berbeda dengan bakso pada umumnya, Cuanki juga tidak menggunakan mie dalam penyajiannya.
6. Batagor
![Batagor Riri. [Instagram @batagor_riri]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/03/15/41235-batagor-riri.jpg)
Kemudian ada batagor yang merupakan singkatan dari bakso tahu goreng. Makanan khas Bandung ini mengadaptasi gaya Tionghoa-Indonesia. Tahu yang dilembutkan dan diisi dengan adonan berbahan ikan tenggiri dan tepung tapioka lalu dibentuk kemudian digoreng.
Untuk saus yang digunakan adalah bumbu kacang dipadu dengan kecap manis,sambal dan sedikit perasan jeruk nipis serta mentimun sebagai pelengkap.
Baca Juga:Tak Cuma Peuyeum, Daftar Oleh-Oleh Khas Bandung yang Wajib Dibawa Pulang
Kontributor : Kiki Oktaliani