alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pantai Lovina, Wisata di Bali Utara yang Punya Sejarah Panjang Dengan Sosok Pandji Tisna

Eviera Paramita Sandi Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:10 WIB

Pantai Lovina, Wisata di Bali Utara yang Punya Sejarah Panjang Dengan Sosok Pandji Tisna

Menyinggung sejarah tentang Lovina, tentunya tidak bisa lepas dengan sosok Anak Agung Panji Tisna yang juga sering ditulis Pandji Tisna.

SuaraBali.id - Pantai Lovina atau Lovina merupakan salah satu obyek wisata yang terletak sekitar 9 Kilometer sebelah barat kota Singaraja, Bali. Lovina adalah tempat wisata yang ada di Bali Utara dimana ada banyak wisatawan baik asing maupun lokal banyak yang berkunjung ke sana.

Tak hanya pemandangan pantainya yang masih alami, wisatawan yang ke Lovina juga bisa melihat ikan lumba-lumba di sekitar pantai dengan menyewa perahu nelayan.

Tak perlu khawatir jika ingin bermalam di sana, ada berbagai penginapan mulai dari Inn hingga Cottages tersedia dengan harga yang sangat terjangkau.

Menyinggung sejarah tentang Lovina, tentunya tidak bisa lepas dengan sosok Anak Agung Panji Tisna yang juga sering ditulis Pandji Tisna.

Sekitar 1950-an, Anak Agung Panji Tisna, pernah melakukan perjalanan ke beberapa negara di Eropa dan Asia. Apa yang menarik perhatian beliau terutama adalah kehidupan masyarakat di India dan tinggal beberapa minggu di Bombay (sekarang Mumbai).

Cara hidup dan kondisi penduduk di sana, serta merta mempengaruhi cara pikir dan wawasan beliau ke depan untuk Bali, terutama pembangunan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Buleleng.

Sementara itu, Panji Tisna juga melihat suatu tempat yang ditata indah untuk orang-orang berlibur di pantai. Tanah tersebut memiliki kesamaan dengan tanah miliknya di pantai Tukad Cebol, Buleleng, Bali Utara, yang juga terletak di antara dua buah aliran sungai.

Inspirasi Panji Tisna muncul untuk membangun sebuah peristirahatan seperti itu. Pemunculan Lovina di Bali Kembali dari luar negeri pada tahun 1953, Anak Agung Panji Tisna segera menyatakan inspirasinya dan mulai membangun di tanah miliknya, sebuah pondok bernama "Lovina".

Tempat itu dimaksud untuk para “pelancong”, istilah sekarang “turis”, untuk berlibur. Dilengkapi dengan 3 kamar tidur utuk menginap dan sebuah restoran kecil dekat di pinggir laut.

Waktu itu, beberapa pengamat bisnis mengkawatirkan, bahwa rencana Panji Tisna tidak akan berhasil seperti yang diharapkan. Terlalu awal waktunya untuk membuat usaha sejenis itu di pantai terpencil seperti pantai di Tukad Cebol.

Komentar

Berita Terkait