alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kodim dan Polres Bangli Gotong Rotong Buka Jalan ke Desa Trunyan yang Tertutup Longsor

Galih Priatmojo Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:29 WIB

Kodim dan Polres Bangli Gotong Rotong Buka Jalan ke Desa Trunyan yang Tertutup Longsor
Anggota Polres Bangli, Kodim Bangli, BPBD Bangli bergorong-royong membersihkan tanah longsor untuk membuka jalan dibantu sejumlah alat berat. ANTARA/HO-Humas Pemkab Bangli

Alat berat dikerahkan untuk membuka akses jalan ke Desa Trunyan.

SuaraBali.id - Akses jalan menuju Desa Trunyan terputus akibat tertimbun tanah longsor pascaterjadi gempa di Karangasem Sabtu dinihari.

Untuk membuka kembali akses jalan menuju Desa Trunyan tersebut, Polres Bangli bersama Kodim 1626 Bangli serta Pemda Bangli melakukan gotong royong membuka akses jalan.

Pembersihan dimulai dengan apel bersama TNI-Polri dan BPBD di Dermaga Kedisan, Kintamani, Bangli, Minggu, yang dipimpin oleh Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan dan Dandim 1626 /Bangli Letkol Inf I Gde Putu Suwardana SIP.

Usai apel, mereka langsung bekerja membersihkan tanah longsor menggunakan alat berat yang dimulai dari titik pertama di Desa Buahan Kintamani, Bangli.

Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: PSM Tundukkan Bali United 2-1 di Bantul

Kapolres Bangli menyampaikan gempa kemarin telah membuat sejumlah tebing longsor yang menutup beberapa jalan menuju Desa Trunyan. Akibat jalan tertutup maka evakuasi korban longsor terpaksa menyeberangi danau. Secara bergotongroyong, Polri, TNI dan masyarakat menyingkirkan tanah dan membuka jalan.

Dengan terbukanya jalan, akan memudahkan evakuasi dan menyalurkan bantuan kepada korban dan masyarakat setempat, ujar Kapolres Bangli
 
Longsor di sepanjang jalan menuju Trunyan terdiri dari tanah dan batuan yang berukuran besar sehingga alat berat yang ada tidak mampu memindahkan.

"Untuk itu BPBD masih melakukan koordinasi, mudah mudahan secepatnya dapat diselesaikan, " tegas AKBP I Gusti Agung Dana Aryawan seperti dikutip dari Antara.

Gempa yang melanda wilayah Provinsi Bali dengan magnitudo 4,8 pada Sabtu (16/10) pukul 03.18 WIB menyebabkan kerusakan di sejumlah titik dan jatuhnya korban jiwa di mana daerah yang memiliki dampak cukup besar yakni berada di Kabupaten Bangli dan Kabupaten Karang Asem.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun per Sabtu (16/8), pukul 18.00 WIB, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat jumlah korban akibat gempa itu, meninggal dunia (MD) 2 orang, luka berat (LB) 2 orang, luka ringan (LR) 4 orang di Kabupaten Bangli dan 1 orang (MD), 11 orang (LB), 8 orang (LR) di Kabupaten Karangasem.

Baca Juga: Tonton Sekarang!! Link Live PSM Makassar VS Bali United, Sedang Berlangsung

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait