alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tak Mau Peristiwa Kebakaran Lapas Tangerang Terulang, Begini Antisipasi LP di Bali

Bangun Santoso Kamis, 09 September 2021 | 07:40 WIB

Tak Mau Peristiwa Kebakaran Lapas Tangerang Terulang, Begini Antisipasi LP di Bali
ILUSTRASI: Foto suasana Blok C2 pascakebakaran di Lapas Dewasa Klas 1 Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu (8/9/2021). ANTARA FOTO

Pengelola lapas dan rutan diingatkan agar aliran listrik bisa terputus bila terjadi kebakaran

SuaraBali.id - Kebakaran di Lapas Tangerang menjadi pelajaran berharga bagi pengelola lapas maupun rutan di Indonesia. Hal itu juga diwaspadai Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali, Jamaruli Manuhuruk.

Melansir laman Beritabali.com, kepada pengelola lapas dan rutan di Bali, dia telah menginstruksikan agar mewaspadai pemicu-pemicu kebakaran, seperti korsleting listrik.

Pengelola lapas dan rutan juga diingatkan agar aliran listrik bisa terputus bila terjadi kebakaran.

"Perlu kami tegaskan bahwa semua lapas maupun rutan, bapas yang berada di UPT Pemasyarakatan dan juga UPT Imigrasi agar memastikan jaringan listrik tetap aman," ujarnya dalam siaran video, Rabu (8/9).

Baca Juga: Miris! Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Asal Serang Ditolak Keluarga

Dia mengingatkan agar tidak ada beban kelistrikan melebihi kapasitas. Kabel-kabel atau hal lain yang menimbulkan bencana seperti kebakaran

Ia berharap kondisi kelistrikan lapas dalam kondisi aman dan segera diganti bila ada kerusakan.

Di wilayah Bali, Manihuruk mengatakan bahwa pengelola lapas dan rutan telah memberikan pelatihan penanganan bencana kepada seluruh personel. Di Lapas Kerobokan misalnya, yang digelar pada Rabu pagi.

"Ketika saya telepon kesana, ternyata sudah dilakukan sebelumnya (pelatihan penanganan bencana). Begitu juga rutan lainnya, bergerak semua," ujar Manihuruk.

Pada intinya, kata dia, semua rutan di Bali sudah melakukan pelatihan secara rutin. Menindaklanjuti antisipasi bencana di lapas dan rutan, pihaknya kembali mengedarkan standar operasional penanganan bencana.

Baca Juga: Belajar Dari Lapas Tangerang, Amnesty Indonesia: Pemerintah Harus Perbaiki Kondisi Lapas

Kata dia, standar tersebut merupakan hal utama dalam melaksanakan tugas sehari-hari, namun diingatkan kembali.

Untuk diketahui, total isi lapas maupun rutan di Bali mencapai 3.589 jiwa, yang terdiri dari 2.896 napi dan 693 tahanan. Jumlah napi dan tahanan tersebut melampaui kapasitas yakni 1.518 orang atau hingga 136 persen.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait