alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tak Terima Pacarnya Dipandangi, Pria Denpasar Mengamuk, Aniaya Pemuda hingga Babak Belur

Bangun Santoso Kamis, 09 September 2021 | 06:59 WIB

Tak Terima Pacarnya Dipandangi, Pria Denpasar Mengamuk, Aniaya Pemuda hingga Babak Belur
Pelaku penganiayaan di Denpasar yang sempat viral di media sosial. (foto: Istimewa/via Beritabali.com)

Pelaku bahkan menganiaya korban menggunakan besi rantai kalung

SuaraBali.id - Seorang pria bernama Gusti Ngurah Agung Karna mengamuk gegara pacarnya dipandangi oleh lelaki lain. Pria 33 tahun itu tersulut cemburu hingga menganiaya Rahmat JB (24).

Pelaku bahkan menganiaya korban menggunakan besi rantai kalung hingga babak belur. Kasus penganiayaan ini sempat viral di media sosial.

Melansir laman Beritabali.com, Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, AKP Hadimastika Karsito Putro mengatakan, kasus penganiayaan ini terjadi di Jalan Pulau Bungin depan mini market UD Aryawan Pedungan Denpasar Selatan, pada Sabtu 4 September 2021 sekitar pukul 03.00 WITA dini hari.

Di sana ada Rahmat JB bersama saksi I Gede Suariawan (21) hendak membeli makanan. Sekitar 15 menit kemudian, saksi membayar makanan. Tak berselang lama tersangka datang mengendarai sepeda motor PCX membonceng pacarnya. Keduanya masuk ke mesin ATM. Setelah mengambil uang langsung keluar.

Baca Juga: Babak Baru, Pengusaha Korban Penyekapan di Depok Mengadu ke Pomdam Jaya

Keduanya pergi mengendarai sepeda motor. Tapi tersangka balik lagi ke ATM dan bertanya ke saksi dengan nada emosi.

"Engken ci? (Apa kamu?)'. Korban Suariawan yang ditanyai menjawab kalem.

"Ten bli, tiang nak makan (tidak bli, saya lagi makan)', katanya.

Parahnya, tersangka kembali marah sambil menunjuk ke wajah korban. "Engken ci meleng-meleng? (apa kamu lihat-lihat?)'. Malah korban tetap saja menjawab dengan logat ramah.

"Yang ade sing meleng, yang nak makan (saya tidak ada melihat, saya cuma makan)’. Apa daya, tersangka naik pitam.

Baca Juga: Pria Aniaya Pedagang Wanita di Deli Serdang Ditetapkan Jadi Tersangka

Tak ayal, tersangka langsung melancarkan pukulan dengan tangan kosong ke pipi kiri korban. Rahmat berusaha melerai tapi tersangka mengeluarkan rantai besi dari saku celananya dan menghajar Rahmat di bagian dahi dan bibir. Setelah menghajar kedua korban, tersangka kabur bersama pacarnya.

Akibat penganiayaan itu Rahmat mengalami luka robek pada kening hingga mendapatkan empat jaritan, lalu luka robek pada bibir atas dan mendapatkan dua jaritan, serta luka memar pada pipi kiri.

Peristiwa itu terekam kamera CCTV di lokasi dan menjadi viral di media sosial.

Sementara pihak keluarga korban yang tak terima langsung melapor ke Polsek Denpasar Selatan. Korban yang dipukuli dibawa ke rumah sakit Surya Husada.

Tim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Selatan melakukan penyelidikan dan mengejar tersangka ke kosnya di Jalan Pulau Saelus, Pedungan, Densel namun tidak ditemukan. Ternyata tersangka kabur ke rumah kakak pacarnya di Buleleng.

"Dia kami tangkap di Pemaron Buleleng," ujar AKP Hadimastika.

Setelah diperiksa, tersangka mengakui menghajar korban dengan pukulan sebanyak lima kali menggunakan rantai kalung akibat salah paham.

"Dia mengaku cemburu karena pacarnya dipandangi oleh korban," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait