facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Daftar Upacara Adat Bali, Ngaben Hingga Ngerupuk

Pebriansyah Ariefana Minggu, 22 Agustus 2021 | 19:23 WIB

Daftar Upacara Adat Bali, Ngaben Hingga Ngerupuk
Wisatawan dan warga menyaksikan arak-arakan peti jenazah berbentuk sapi dan keranda bertingkat sembilan atau Bade yang berisi jenazah keluarga Puri (kerajaan) Ubud, Anak Agung Niang Agung dalam upacara Ngaben akbar di Desa Peliatan, Ubud, Jumat (2/3).

Sebagai umat Hindu banyak ritual yang perlu dilaksanakan karena hal ini adalah bagian dari ibadah dan tradisi yang harus selalu dilestarikan.

SuaraBali.id - Apa saja upacara adat Bali. Bali merupakan satu-satunya pulau di Indonesia yang mayoritas penduduknya menganut agama Hindu dengan populasi sebesar 3.247.283 atau 80 persen, data tersebut berdasarkan sensus penduduk 2010.

Jumlah tersebut memiliki persentase yang sangat besar dibandingkan dengan agama-agama lain di pulau Dewata.

Sebagai umat Hindu banyak ritual yang perlu dilaksanakan karena hal ini adalah bagian dari ibadah dan tradisi yang harus selalu dilestarikan, salah satunya seperti upacara adat.

Berikut daftar upacara adat Bali:

Baca Juga: Umat Hindu Gelar Upacara Wisuda Bumi

1. Upacara Ngaben

Ngaben Tikus yang digelar Krama Subak Desa Adat Bedha, Bongan, Tabanan [BeritaBali.com].
Ngaben Tikus yang digelar Krama Subak Desa Adat Bedha, Bongan, Tabanan [BeritaBali.com].

Upacara ngaben dikenal juga dengan upacara pembakaran mayat. Upacara ngaben adalah proses mengembalikan roh ke leluhur ke asalnya.

Upacara ngaben merupakan proses mengembalikan roh leluhur ke asalnya atau pengembalian unsur panca maha butha kepada Sang pencipta.

Ngaben dalam bahasa Bali memiliki konotasi positif yang disebut Pelebon, Pelebon berasal dari kata lebu yang artinya lebu, lebuh adalah pertiwi atau tanah.
Terdapat dua cara untuk menjadikan tanah yaitu ngaben (dibakar) dan menanam ke dalam tanah (metanem).

Tujuan dari upacara ngaben adalah mempercepat ragha sarira agar dapat kembali ke maha bhuta di alam dan bagi atma (roh) menuju alam pitara (leluhur) dan memutuskan keterikatannya dengan badan duniawi.

Baca Juga: Hore! Harga Tes PCR Turun Jadi Rp 495.000 di Sini Lokasinya

Sam seperti yang dijelaskan di dalam kitab suci Veda Samhita, bagi orang yang telah meninggal jenazahnya wajib dibangun menjadi abu agar atmanya cepat mencapai moksa.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait