facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Duh! Kapasitas Kamar Jenazah RSUD Sanjiwani Gianyar Penuh

Dythia Novianty Kamis, 19 Agustus 2021 | 13:32 WIB

Duh! Kapasitas Kamar Jenazah RSUD Sanjiwani Gianyar Penuh
RSUD Sanjiwani, Gianyar Bali. [Berita Bali/Istimewa]

RSUD Sanjiwani Gianyar yang mengungkap kapasitas kamar jenazah sudah penuh.

SuaraBali.id - Kabar kurang baik datang dari RSUD Sanjiwani Gianyar yang mengungkap kapasitas kamar jenazah sudah penuh, dari kapasitas 44 per Rabu (18/8/2021) sudah terisi 50.

Mengikuti Surat Edaran PHDI yang diterbitkan Sabtu (13/8/2021), penitipan jenazah diimbau maksimal hanya dua hari.

"Kami yakin masyarakat menerima, tapi kendala yang terjadi biasanya di tempat kremasi masih menunggu jadwal dan ada kegiatan keagamaan di desanya," ujar Direktur Utama RSUD Sanjiwani Gianyar dr Ida Komang Upeksa.

Pihaknya berharap ada sosialisasi lebih masif di kalangan desa adat maupun tempat krematorium menyesuaikan dengan SE ini. Sehingga keterisian jenazah sesuai kapasitas kamar jenazah.

Baca Juga: Sudah 18 Orang Diperiksa Polisi Terkait Kasus Bongkar Peti Jenazah Covid-19 di Probolinggo

Sementara itu, Pemkab Gianyar akan mencari solusi dengan PHDI dan MDA Gianyar. Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya saat dikonfirmasi juga membenarkan kapasitas kamar jenazah di RSUD Sanjiwani saat ini kondisinya penuh.

"Ya, memang begitu kondisinya saat ini memang full," ujarnya dilansir dari Berita Bali, Kamis (19/8/2021).

Lanjut Wisnu hal tersebut terjadi akibat kepercayaan masyarakat. Jenazah yang akan dimakamkan maupun diaben harus menunggu hari baik dewasa ayu.

Banyak masyarakat yang tidak mau langsung memakamkan atau mengkremasi jenazah keluarga begitu meninggal. Karena itu, tak sedikit jenazah yang dititipkan di kamar jenazah RSUD Sanjiwani selama berhari-hari.

"Menurut saya, seharusnya begitu meninggal, langsung bisa diperabukan dulu atau mekingsan ring gni. Nanti begitu ada hari baik, saat itulah dilakukan upacaranya. Banyak yang sudah melaksanakan seperti ini, bahkan sulinggih pun ada," ungkapnya.

Namun Wisnu mengakui, untuk mengubah kepercayaan masyarakat sangat sulit. Karena itu, pihaknya pun akan menggelar rapat dengan PHDI dan MDA Gianyar untuk mencari jalan keluar terkait hal ini.

Baca Juga: Biaya Kremasi di Krematorium Jakarta dan Sekitarnya, dari Gratis sampai Rp 75 Juta

"Gak mungkin ada penambahan, sebab harus ada treatment khusus. Akan kami bahas secara detail dengan PHDI dan MDA untuk membahas ini. Mudah-mudahan ada solusi terbaik," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait