alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wisata Bali: Legenda Kawasan Tuban, Lokasi Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai

RR Ukirsari Manggalani Senin, 09 Agustus 2021 | 20:06 WIB

Wisata Bali: Legenda Kawasan Tuban, Lokasi Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai
Bandara Internasional Ngurah Rai yang berlokasi di Tuban, Bali (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Ada tiga versi asal kata Tuban. Manakah yang menjadi dasarnya?

SuaraBali.id - Nama Tuban, mungkin jarang teringat. Akan tetapi bila sudah menyebut bandar udara I Gusti Ngurah Rai, barulah tersadar, inilah nama lokasi pintu gerbang ke Pulau Dewata via udara.

Bertetangga dengan Pantai Kuta, kawasan Tuban juga kawasan yang tak kalah seru. Menyediakan akomodasi dekat bandara bagi para pengunjung yang akan terbang menuju ke destinasi lanjutan, seperti Lombok dan Komodo, sampai menjadi tempat belanja cenderamata yang tak kalah seru.

Dikutip dari BeritaBali.com, jaringan SuaraBali.id, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali, dahulu dikenal sebagai Pelabuhan Udara Tuban. Nama ini tidak terlepas dari lokasinya sendiri, yaitu Desa Adat Tuban.

Ada beberapa legenda yang dipercaya masyarakat Desa Adat Tuban tentang penamaan wilayahnya itu. Sehingga menjadi nama resmi Tuban.

Baca Juga: 4 Fitur Rolls-Royce Cullinan Bespoke yang Selaras untuk Berkendaraan Wisata Bali

Berdasarkan catatan awig-awig (peraturan) Desa Adat Tuban, dan sesuai penafsiran yang berkembang pada masyarakat Tuban saat itu, kata Tuban pada nama Desa Adat Tuban, ditafsirkan dalam beberapa versi.

Menurut buku "Ngurah Rai Airport Bali Gateway to Paradise", konon kata Tuban berasal dari kata "Mataeb" yang berarti angker. Dari nama ini, berkembang menjadi "Taeban" yang berarti sangat angker.

Lama-kelamaan, berdasar penyebutan kemudian menjadi "Tuban" dan nama inilah yang melekat hingga kini.

Itulah yang disebut versi pertama, yaitu dari penyebutan. Lantas versi kedua, terkait dengan keberangkatan tentara Majapahit ke Bali. Yaitu dari titik pemberangkatan Tuban, Jawa Timur.

Konon sekitar tahun 1.400-1.500 Masehi, prajurit Majapahit menyerang Bali, untuk mewujudkan impian Patih Gajah Mada mempersatukan Nusantara.

Baca Juga: Wisata Bali: Jogging Track Sudamala Jadi Objek Wisata Desa, Tersedia Kudapan Sehat

Prajurit Majapahit kemudian berlabuh di sebuah lokasi bernama Dalem Perahu (tempat berlabuhnya perahu) yang terletak di sebelah barat Bandara Ngurah Rai kini. Lokasi itu dinamakan sesuai tempat bertolaknya para prajurit Majapahit.

Terakhir, adalah versi ketiga, yaitu dari kata "tayuban" yang berarti minuman. Menurut keyakinan masyarakat setempat, hingga sekitar 1965, Desa Tuban terkenal sebagai kawasan kebun pepohonan kelapa dan lontar.

Selain memanen kelapa dan lontar, warga desa juga membuat minuman dengan cara deres atau menyadap air dari batang kelapa dan lontar untuk diambil airnya, dikenal sebagai nira, dan dijadikan komoditi. Bisa dalam bentuk manis langsung dihidangkan, atau difermentasikan hingga beralkohol.

Lama-kelamaan, nama Tayuban pun dilafalkan sebagai Tuban.

Dari tiga versi ini, kekinian belum diketahui manakah yang menjadi dasar penamaan kawasan Tuban yang kita kenal sekarang. Namun cobalah menapaki asyiknya berjalan-jalan di kawasan ini, yang memiliki nuansa berbeda dibandingkan tetangga sekitarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait