alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Varian Delta Masuk 7 Provinsi, Paling Banyak di Jakarta, di Bali ada 8 Kasus

Pebriansyah Ariefana Kamis, 29 Juli 2021 | 12:13 WIB

Varian Delta Masuk 7 Provinsi, Paling Banyak di Jakarta, di Bali ada 8 Kasus
INFOGRAFIS: Varian Delta Lebih Berbahaya, Waspadai 3 Gejala Utamanya yang Berbeda!

Varian B.1617.2 Delta menjadi varian yang paling banyak ditemukan sebanyak 943 kasus.

SuaraBali.id - Virus COVID-19 varian delta masuk 7 provinsi di Indonesia. Paling banyak varian delta ada di Jakarta. Namun ada juga di Bali sebanyak 8 kasus.

Data itu berdasarkan data Kementerian Kesehatan. Kemenkes mencatat sudah ada 1.016 kasus mutasi virus Covid-19 di tanah air yang termasuk dalam varian yang menjadi konsen atau variant of concern dari Organisasi Kesehatan Dunia WHO.

Dalam data Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenkes per 27 Juli 2021 sudah ada 3.650 spesimen yang diperiksa dengan metode whole genome sequencing, dan ditemukan 1.016 varian baru.

INFOGRAFIS: Perbedaan Varian Covid-19 Delta, Delta Plus, Lambda dan Kappa
INFOGRAFIS: Perbedaan Varian Covid-19 Delta, Delta Plus, Lambda dan Kappa

Varian B.1617.2 Delta menjadi varian yang paling banyak ditemukan sebanyak 943 kasus.

Baca Juga: Dinilai Lari dari Agenda, Pemerintah Diminta Prioritaskan Nakes Ketimbang Influencer

DKI Jakarta menjadi provinsi yang paling banyak varian Delta yakni 298 kasus, lalu Jawa Barat 277 kasus, Jawa Tengah 164 kasus, DI Yogyakarta 20 kasus, Banten 17 kasus, Jawa Timur 14 kasus, dan Bali 8 kasus.

Sementara di luar Jawa-Bali, varian Delta menyebar di Nusa Tenggara Timur 41 kasus, Sumatera Utara 20 kasus, Nusa Tenggara Barat 16 kasus, Kalimantan Timur 13 kasus, Sulawesi Selatan 11 kasus, Sumatera Selatan 10 kasus, dan Papua 10 kasus.

Sementara varian B.117 Alfa terdeteksi 10 kasus dan B.1351 Beta sebanyak 13 kasus.

Ketiga varian ini dilabeli Varian of Concern (VoC) oleh WHO karena dapat mempengaruhi sifat penularan, kepekaan alat tes, keparahan gejala, hingga kemampuan virus menghindari sistem imunitas.

Baca Juga: Virus Corona Covid-19 Bisa Timbulkan Mutasi Kebal Vaksin, Begini Kata Pakar!

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait