alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wisata Bali: Jumpa Ikan Julit dan Naga Putih di Pura Beji Yeh Bubuh Tabanan

RR Ukirsari Manggalani Selasa, 13 Juli 2021 | 18:45 WIB

Wisata Bali: Jumpa Ikan Julit dan Naga Putih di Pura Beji Yeh Bubuh Tabanan
Melukat di pancuran Pura Beji Yeh Bubuh Tabanan [BeritaBali.com/Istimewa].

Berkhasiat menyembuhkan penyakit kulit, di sini juga terdapat kisah magis.

SuaraBali.id - Beberapa hal indah yang dijumpai dari kunjungan ke berbagai pura di Bali adalah kisah legendaris sampai khasiat bagi ketenangan jiwa maupun pengobatan fisik. Atau adanya cerita magis dan anugerah kesembuhan bagi krama yang tangkil.

Dikutip dari BeritaBali.com, jaringan SuaraBali.id, pura di Pulau Dewata memiliki penunggu. Baik yang kasat mata, maupun tidak kasat mata.

Salah satunya Pura Beji Yeh Bubuh di Desa Petiga Kangin, Banjar Petiga, Kecamatan Marga, Tabanan.

Menurut Jero Mangku Pura Beji Yeh Bubuh, Ni Nengah Seniati, yang dijumpai Rabu pekan silam (7/7/2021), lokasi ini memiliki sumber mata air dengan beberapa pancuran, dan dihuni ikan julit berukuran lumayan besar dibanding ukuran pada umumnya, serta terkadang muncul udang.

Baca Juga: Wisata Bali: Dark Tourism, Konsep Kunjungan Mengenang Tragedi Alam dan Perbuatan Manusia

Pura Beji Yeh Bubuh yang berlokasi di Tabanan dengan air berkhasiat dan penampakan ikan serta naga [Berita Bali.com/Istimewa].
Pura Beji Yeh Bubuh yang berlokasi di Tabanan dengan air berkhasiat dan penampakan ikan serta naga [Berita Bali.com/Istimewa].

Selain itu, juga ada penunggu yang tidak kasat mata, yaitu Naga Putih serta Tiga Ular di sekitar Pura Beji Yeh Bubuh.

"Di Pura Beji Yeh Bubuh, dimana terdapat ikan julit, udang, dan beberapa penunggu yang hanya bisa dilihat orang-orang tertentu saja, ada Naga Putih dan Tiga Ular Sabuk. Salah satu ekor ular itu berwarna hijau," papar Ni Nengah Seniati.

Kemunculan ikan julit tidak begitu saja, biasanya baru datang jika pemedek yang tangkil membawa tipat akelen serta beberapa butir telor ayam maupun bebek yang dihaturkan di telaga.

Bila persyaratan ini dibawa, biasanya ikan julit perlahan uncul menampakkan dirinya untuk beberapa saat.

"Sementara Penunggu Naga Putih hanya tertentu saja bisa melihatnya, jadi tidak sembarangan. Kalau saya sendiri bisa, dan langsung menampakkan dirinya, biasanya kemunculannya pada siang hari jam 12-an," tuturnya.

Baca Juga: Wisata Bali: Bendungan Palasari di Jembrana, Tempat Memancing Ikan Hingga Selfie

Sejumlah pancuran mengucurkan air di bawah telaga, dan para peziarah atau pemedek melukat di area itu. Airnya dipercaya memiliki khasiat penyembuhan bagi krama yang terserang penyakit kulit.

"Pancuran ini bisa menyembuhkan penyakit kulit seperti gatal-gatal. Bagi pemedek yang ingin tangkil dan nunas pelugraan bisa membawa banten berupa Pejati untuk dihaturkan. Adapun proses persembahyangan, pemedek terlebih dahulu melukat di pancoran kemudian lanjut melakukan persembahyangan guna memohon kesembuhan," ungkap Ni Nengah Seniati.

Tidak ada pantangan apapun saat tangkil ke Pura Beji Yeh Bubuh. Dari penuturannya banyak pemedek yang datang dari Denpasar, Negara, Karangasem atau hampir dari sebagian Kabupaten di Bali pernah sembahyang dan melukat guna memohon kesembuhan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait