facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Polda Bali Ancam Tutup Akun Medsos Posting Info Buruk PPKM Darurat

Pebriansyah Ariefana Rabu, 07 Juli 2021 | 20:00 WIB

Polda Bali Ancam Tutup Akun Medsos Posting Info Buruk PPKM Darurat
Petugas Satpol PP dan Polisi meminta wisatawan untuk meninggalkan objek wisata pantai yang ditutup saat melakukan pengawasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kawasan Canggu, Badung, Bali, Minggu (4/7/2021). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]

Puluhan akun medsos ini akan terus dipantau selama penerapan PPKM Darurat covid-19.

SuaraBali.id - Kepolisian Bali atau Polda Bali ancam tutup akun medsos posting info buruk PPKM darurat Jawa-Bali.

Direktorat Reskrimum Polda Bali akan menindak tegas akun media sosial (medsos) yang acap memprovokasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 untuk wilayah Jawa-Bali yang diprogramkan Pemerintah.

Bagi yang membandel akan diberikan sanksi tegas upaya take down. Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Bali, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro ada puluhan akun medsos yang tengah diawasi.

Puluhan akun medsos ini akan terus dipantau selama penerapan PPKM Darurat covid-19.

Baca Juga: Tiga Daerah di Kepulauan Riau Ditetapkan Sebagai Zona Merah Covid-19

"Kami akan menindak tegas pemilik akun medsos yang memprovokasi selama penerapan PPKM Darurat ini," tegasnya saat rilis kasus premanisme di mako Polda Bali.

Sejak 3 Juli 2021 lalu, jajaran kepolisian Polda Bali, Polresta-Polres jajaran melaksanKan Operasi Aman Nusa Agung Tahap II 2021 yang kegiatannya meliputi menekan penyebaran covid-19 varian baru.

Diharapkanya, dengan PPKM Darurat ini masyarakat ikut membantu penanganan covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes) covid-19.

Sementara dalam upaya penegakan hukum, Polda Bali telah melakukan sosialisasi agar masyarakat disiplin dan tidak berkerumun.

Polisi akan menindak tegas bagi siapa saja yang melanggar aturan ketentuan PPKM Darurat seperti tempat hiburan, restoran, warung makan dan lain sebagainya.

Baca Juga: Innalillahi, 7 Pasien COVID-19 di Bandung Meninggal Dunia karena Kekurangan Oksigen

"Kami masih terus melakukan sosialisasi penegakan hukum ke sejumlah tempat usaha. Sedangkan satuan tugas penegakan hukum melakukan upaya penyelidikan dan upaya take down terhadap semua yang memprovokasi melalui media sosial," ujarnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait