Pertanian Buah Naga Berkibar, Kripiknya Diekspor

Tidak semua sektor "loyo" di tengah pandemi Covid-19, salah satunya pertanian buah naga.

Dythia Novianty
Rabu, 07 Juli 2021 | 14:01 WIB
Pertanian Buah Naga Berkibar, Kripiknya Diekspor
Ilustrasi buah naga. (Pexels.com/Lovefood Art)

SuaraBali.id - Tidak semua sektor "loyo" di tengah pandemi Covid-19, salah satunya pertanian buah naga.

Salah satu petani yang kecipratan rejeki meski pandemi adalah I Gede Wahyu (44), warga Banjar Kesian, Desa Lebih, Kecamatan Gianyar.

Bersama keluarganya, Gede Wahyu mencoba mengembangkan pertanian buah naga sejak 2018. Selama setahun penantian, akhir 2019 buah naga hasil panen mulai dijual ke pasaran.

Peminatnya cukup antusias, apalagi distribusi buah dari luar Bali dibatasi. Membuatnya leluasa menjajal pasar buah di Bali, khususnya Gianyar, Klungkung, Denpasar dan Badung.

Baca Juga:Masih Bandel, Puluhan Warung Makan di Badung Ditutup Paksa

"Justru pandemi ini petani buah Naga kelompok tani Kubuahi ini berkibar," ujarnya dilansir laman BeritaBali, Rabu (7/7/2021).

Bibit buah naga didatangkan dari Banyuwangi, Jawa Timur. Sampai di Bali, dirawat dengan konsep pertanian organik.

Pada lahan seluas 98 are, kelompok Tani ini sudah memasang sekitar 550 titik lampu. Tujuannya agar tanaman buah naga mendapatkan penyinaran yang maksimal. Karena hal ini berpengaruh pada peningkatan hasil panen.

"Jika diakumulasikan, panen kita per bulan sekitar 1,5 ton. Harga stabil Rp 20.000 per kg," ujarnya.

Saking banyaknya penggunaan lampu, biaya listrik kebun organik berdaya listrik 7.700 VA ini mencapai Rp 1 juta per 10 hari.

Modal awal pemasangan 200 lampu, katanya sekitar Rp 40 juta. Ternyata, penyinaran meningkatkan hasil panen sehingga Rp 40 juta tersebut balik modal dalam waktu singkat.

Maka itu, pihaknya sangat ingin menambah lampu lagi untuk 63 are sisanya.

Baca Juga:Wisata Bali: Tiga Pancuran Pura Beji Batan Gatep, Punya Peruntukan Berbeda-beda

"Ada yang belum isi lampu, perlahan akan kita tambah," ujarnya.

Untuk pemasaran buah naga organik ini langsung ke toko buah kawasan Gianyar, Klungkung, Denpasar dan Badung.

"Di Badung, buah fresh kita diolah menjadi kripik buah naga untuk eksport. Kalau ekspor buah naga fresh belum, karena melayani permintaan dari toko saja kita sudah kewalahan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini