Aa Gym 15 Tahun Menyiksa Teh Ninih, Anak: Mungkin Beliau Belum Puas

Muhammad Ghaza Al Ghazali menilai penderitaan Teh Ninih harus dihentikan.

Pebriansyah Ariefana
Jum'at, 04 Juni 2021 | 07:10 WIB
Aa Gym 15 Tahun Menyiksa Teh Ninih, Anak: Mungkin Beliau Belum Puas
Profil Muhammad Ghaza Al Ghazali. (Facebook)

“Wahai Anda pembaca, bertindaklah! Jika Anda mampu berbicara, berbicaralah! Jika Anda mampu menasihati, nasihatilah! Jika Anda mampu pergi, pergilah!” tutup Ghaza.

Teh Ninih [YouTube/aan me]
Teh Ninih [YouTube/aan me]

Dalam tulisannya, Ghaza juga bercerita, seminggu sebelum pernikahannya terjadi, Aa Gym melontarkan pertanyaan soal kepentingan Teh Ninih hadir di momen spesial sang anak.

“‘Buat apa dia hadir?’. Seolah lidahku keluar untuk menjawabnya. Entah apa kalimat yang tepat untuk menjawab pertanyaan demikian,” tulis Ghaza dilansir Hops.ID (jaringan Suara.com), Kamis (3/6/2021).

“‘Untuk apa seorang ibu hadir di pernikahan putranya?’. Menurut Anda, apakah jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut? Akankah Anda menjawabnya dengan mudah? Atau Anda akan terdiam membisu, terperanjat karena ayah Anda bertanya demikian kepada Anda?” lanjut Ghaza.

Baca Juga:Teh Ninih Muncul Posting Poster Wanita Bercadar, Kabar Sering Dimaki-maki Munafik Aa Gym

Sakit hati

Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym bikin anak sakit hati karena 3 kata makian yang dilayangka ke Teh Ninih. Tiga kata itu adalah munafik, musyrik dan menuhankan mahkluk.

Aa gym maki-maki Teh Ninih hampir di setiap tempat. Bahkan anak Aa Gym bersaksi bapaknya mengatakan makian itu di setiap sudut bumi.

Pernah satu ketika Aa Gym maki-maki Teh Ninih di restoran. Aa Gym tuding Teh Ninih munafik, musyrik dan menuhankan makhluk.

Profil Muhammad Ghaza Al Ghazali. (Facebook)
Profil Muhammad Ghaza Al Ghazali. (Facebook)

“Kamu musyrik. Kamu munafik. Kamu menuhankan makhluk,” begitu kata Aa Gym dititukan oleh Muhammad Ghaza Al Ghazali, anak Aa Gym.

Baca Juga:Pedas! 3 Kata Bikin Ghaza Al Ghazali Sakit Hati dengan Kelakuan Buruk Aa Gym ke Teh Ninih

“Inilah kalimat-kalimat pujian yang selalu kami dengar. Ya, selalu. Dikala makan di restoran. Berangkat sekolah. Berkumpul bersama. Bahkan mungkin, di setiap sudut bumi ini, hanya ada pengingat akan kalimat itu semua,” tulis Ghaza melanjutkan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini

Tampilkan lebih banyak