Legenda Asal Mula Selat Bali, Dibelah Tongkat Empu Sidi Mantra

Selat Bali merupakan selat yang memisahkan anatara Pulau Jawa dan Pulau Bali dan dihubungkan dengan layanan kapal ferry.

Pebriansyah Ariefana
Kamis, 03 Juni 2021 | 15:56 WIB
Legenda Asal Mula Selat Bali, Dibelah Tongkat Empu Sidi Mantra
Selat Bali (google)

SuaraBali.id - Legenda asal mula Selat Bali. Secara ilmiah Selat Bali terbentuk karena pergerakan tanah hingga membelah daratan. Namun menurut legenda, asal mula Selat Bali berbeda cerita.

Selat Bali merupakan selat yang memisahkan anatara Pulau Jawa dan Pulau Bali dan dihubungkan dengan layanan kapal ferry.

Konon kedua pulau ini dulunya merupakan satu daratan dan terpisah karena sebuah peristiwa ajaib yang terjadi di daerah tersebut.

Dari cerita sebuah legenda, alkisah di Kerajaan Daha, Kediri, Jawa Timur hidup seorang brahmana bernama Empu Sidi Mantra yang dikenal sakti mandraguna.

Baca Juga:Bikin Haru, Anak awak KRI Nanggala-402 Ikut Tabur Bunga dan Bicara Ini

Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahkan brahmana harta dan seorang istri yang cantik jelita.

Setelah beberapa tahun menikah, Empu Sidi Mantra dikaruniai seorang anak lelaki yang gagah dan tampan bernama Manik Angkeran.

Manik Angkeran tumbuh sebagai anak yang pandai, namun sayang ia sangat menyukai judi. kehidupan Empu Sidi Mantera tidak tenang dibuat oleh anak semata wayangnya, Manik Angkeran kerap mempertaruhkan harta kekayaan orang tuanya dan berhutang kepada orang lain ketika kalah berjudi.

Banyak orang yang mendatangi rumah Empu Sidi untuk menagih hutang atas pinjaman yang digunakan Manik Angkeran berjudi.

Karena sudah tak mampu membayar hutang hutang tersebut Manik Angkeran memohon bantuan kepada sang ayah.

Baca Juga:BMKG Peringatkan Gelombang sampai 5 Meter Terjang Selat Bali

Akhirnya Sidi Mantra berpuasa dan berdoa memohon bantuan kepada para dewa. Tiba-tiba di suatu malam, Empu Sidi mendengar suara bisikan yang terdengar sangat jelas di telinganya dengan mengatakan, "hai Sidi Mantra! pergilah ke kawah gunung Agung, di sana ada harta karun yang dijaga leh seekor naga bernama Besukih, mintalah naga tersebut untuk memberikan sebagian hartanya tersebut."

Keesokan harinya Empu Sidi berangkat menuju gunung Agung, selama perjalanannya Empu Sidi mampu mengatasi semua gangguan yang terjadi, berjalan cukup jauh sampailah Empu Sidi di tempat yang ditujunya.

Ia duduk bersila di tepi kawah, gunung Agung sambil membunyikan bel dan membaca mantra serta memanggil nama Naga Besakih. Menyadari kedatangan Empu Sidi, Naga Besakih keluar.

Sidi Mantra kemudian mengutarakan maksud dan tujuan ia pergi menemui Naga Besakih, mendengar ungkapan hati Sidi Mantra, Naga Besakih merasa iba dan kemudian menggeliat dan dari sisik-sisiknya keluar emas dan berlian.

Sidi Mantra sangat senang dan berterima kasih kepada sang Naga.

Sesampainya di rumah, Empu Sidi memberikan emas dan berlian tersebut kepada Manik Angkeran guna melunasi hutang-hutang judinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini