34 Persen Siswi SMP dan SMA Indonesia Tak Perawan, Hubungan Intim Ngumpet, Hamil, Aborsi

Soal perawan itu diungkap Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi, Abdullah Hehamahua. Abdullah Hehamahua dulu adalah dewan pengawas KPK.

Pebriansyah Ariefana
Jum'at, 28 Mei 2021 | 07:40 WIB
34 Persen Siswi SMP dan SMA Indonesia Tak Perawan, Hubungan Intim Ngumpet, Hamil, Aborsi
Ilustrasi siswi SMA (beritabali)

Abdullah Hehamahua menilai bahwa sistem pendidikan nasional di Indonesia gagal.

Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi dan mantan Penasihat KPK Abdullah Hehamahua menjadi pembicara di Kampus STIE Wira Bhakti Makassar / [SuaraSulsel.id / tangkapan layar Youtube Berita Sulsel TV]
Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi dan mantan Penasihat KPK Abdullah Hehamahua menjadi pembicara di Kampus STIE Wira Bhakti Makassar / [SuaraSulsel.id / tangkapan layar Youtube Berita Sulsel TV]

Sebab, rata-rata pelaku korupsi yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sampai sekarang, 86 persen merupakan sarjana.

Sehingga, status pendidikan di Indonesia adalah koruptor.

"Pendidikan nasional kita itu gagal, maaf. Krisis korupsi, korupsi yang tadi 1.200 yang ditangkap KPK sampai sekarang 86 persen sarjana. Ada S1, S2 dan S3. Bahkan mayoritas dari mereka itu adalah S2 berarti status pendidikan kita ini adalah koruptor," ungkap Abdullah.

Baca Juga:Telak! Eks Penasihat KPK Sindir Penyusun TWK: Saat Kuliah Tak Lulus Pancasila!

Persoalan tersebut, kata dia, dapat diselesaikan dengan cara yang sederhana. Melakukan perbaikan pada sistem pendidikan nasional dan sistem pemerintah.

"Sederhana sekali. Cukup kita lakukan dua perbaikan pertama pendidikan nasional dan sistem pemerintah. Dua saja," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak