Sehingga dapat menekan biaya pengeluaran keluarga serta meningkatkan kesejahteraan keluarga. Guna mensukseskan program ini PKK Kabupaten Gianyar melalui Puspa AMAN menyalurkan sejumlah bantuan tanaman kepada anggota PKK di desa-desa.
Kepala Desa Taro I Wayan Warka mengatakan awalnya dirinya memulai melaksanakan TPS3R mulai dari awal tahun 2020. Dirinya mengaku bahwa MPH Yayasan Merah Putih Hijau yang pertama mengedukasi dirinya bersama warga Desa Taro. Selain itu dirinya juga mengeluarkan Perdes (Peraturan Desa) pada tahun 2020, serta diturunkan lagi menjadi pararem dan awig-awig Desa Adat, agar Desa Dinas dan Desa Adat bersinergi untuk saling menguatkan tugas masing-masing.
"Dikarenakan desa adat juga harus bertanggung jawab kepada warganya "Harus dibuatkan awig-awig dan pararem, agar warganya taat dan tidak lagi membuang sampah ke sungai, ladang, dan juga ada sanksinya," kata I Wayan Warka.
Serta untuk lebih menguatkan lagi, dirinya juga membentuk tim kader kebersihan yang brjumlah 3 orang di masing-masing banjar. Dimana fungsi dari tim tersebut untuk menguatkan dan membantu komunitas yang ada di pengelolaan sampah. Semua warga Desa Taro sudah sadar memilah sampah mulai dari rumahnya dan ditampung pada karung.
Baca Juga:Pembelajaran Tatap Muka di Karangasem Bali Segera Berlangsung
Untuk hasil pupuk kompos, dipergunakan untuk padat karya masyarakat Desa Taro dan kebun Puspa AMAN Desa Taro.
"Itu semua sudah menggunakan pupuk organik, dan terbukti hasilnya bagus sehingga Desa Taro mendapatkan Sertifikat Organik yaitu adanya kembali binatang kunang-kunang ada di Desa Taro," pungkas I Wayan Warka.