alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bencana Besar di NTT karena Cuaca Ekstrem dan Dua Bibit Siklon Tropis

Pebriansyah Ariefana Senin, 05 April 2021 | 09:16 WIB

Bencana Besar di NTT karena Cuaca Ekstrem dan Dua Bibit Siklon Tropis
Bencana di NTT (BNPB)

Sebanyak sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan terdampak peristiwa ini.

SuaraBali.id - Bencana besar di Nusa Tenggara Timur karena cuaca ekstrem dan muncul 2 bibit siklon tropis. Hal itu berdasarkan pemantauan BMKG.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati menjelaskan salah satunya potensi curah hujan lebat dan angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada sepekan ini, 3 – 9 April 2021.

Hingga hari ini BNPB menerima informasi terkini dampak bencana di beberapa wilayah NTT. Perkembangan terkini bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Flores Timur pada Senin (5/4/2021), pukul 05.00 WIB, data sementara mencatat 256 jiwa warga mengungsi di Balai Desa Nelemawangi dan sejumlah warga lainnya mengungsi di Balai Desa Nelelamadike.

"Warga hilang masih tercatat sejumlah 24 orang dan meninggal dunia 44. Sedangkan warga luka-luka, mereka telah mendapatkan perawatan medis," kata Raditya Jati dalam pernyataan persnya, Senin (5/4/2021).

Baca Juga: Hari Ini Jakarta Hujan Deras Disertai Petir dan Kilat

Sebanyak sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan terdampak peristiwa ini.

Kedelapan desa tersebut yaitu Desa Nelemadike dan Nelemawangi (Kecamatan Ile Boleng), Desa Waiburak dan Kelurahan Waiwerang (Adonara Timur), Desa Oyang Barang dan Pandai (Wotan Ulu Mado), dan Desa Duwanur, Waiwadan dan Daniboa (Adonara Barat).

Sedangkan kerugian materil masih tercatat rumah hanyut 17 unit, terendam lumpur 60, dan jembatan putus 5.

BPBD setempat masih terus melakukan pendataan dan verifikasi dampak korban maupun kerusakan infrastruktur.

Beberapa kendala dihadapi dalam mendukung upaya penanganan darurat. BPBD Kabupaten Flores Timur menginformasikan akses utama melalui penyeberangan laut, sedangkan kondisi hujan, angin dan gelombang membahayakan pelayaran kapal.

Baca Juga: Penjelasan BMKG Soal Siklon Seroja, Bikin Gelombang Laut Naik 6 Meter Lebih

Di sisi lain, evakuasi korban yang tertimbun lumpur masih terkendala alat berat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait