alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Rakyat Kritik Jokowi ke Pernikahan Aurel-Atta: Nikah Orang Kecil Dipersulit

Pebriansyah Ariefana Minggu, 04 April 2021 | 11:04 WIB

Rakyat Kritik Jokowi ke Pernikahan Aurel-Atta: Nikah Orang Kecil Dipersulit
Jokowi menjadi saksi pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah. [Youtube]

Cuitan Fiersa Besari tersebut bahkan mendapat respons dari Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti. Ibu Susi membalas cuitan tersebut dengan emotion mencium.

SuaraBali.id - Banyak paradoks di Indonesia, salah satunya pernikahan Aurel dan Atta Halilintar yang dihadiri Presiden Jokowi sampai Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Sementara pernikahan rakyat kecil terus dibatasi dan dibubarkan Satpol PP.

Begitu kritik musikus Fiersa Besari mengawali tweet kritiknya ke resepsi pernikahan mewah Atta Halilintar dengan Aurel Hermansyah.

Cuitan Fiersa Besari tersebut bahkan mendapat respons dari Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti. Ibu Susi membalas cuitan tersebut dengan emotion mencium.

Fiersa Besari juga menyinggung contoh lain yang paradoks, seperti mudik yang dilarang. Tapi di sisi lain, pemerintah membuka destinasi pariwisata secara serentak.

Baca Juga: Kritik Jokowi Hadir di Pernikahan Aurel-Atta, Farhat Abbas Dihujat Netizen

"Banyak paradoks di negeri ini. Mudik dilarang, tapi destinasi wisata buka serempak. Penutupan jalan raya, tapi malah macet di sana-sini.

Izin resepsi masyarakat dipersulit, tapi pernikahan seleb dihadiri langsung oleh pemimpin negara.

"Ah, tapi saya tahu apa. Cuma rakyat jelata," tulis Fiersa di media sosialnya.

Bukan cuma Fiersa Besari, advokat Indonesia yang juga ketua Partai Pandai, Farhat Abbas juga menyindir resepsi tersebut.

Menurut Farhat, seharusnya Jokowi tidak menghadiri acara berbau bisnis alias berbayar atau mendapat endorse tersebut.

Baca Juga: Farhat Abbas Kritik Aksi Jokowi Hingga Prabowo Hadiri Pernikahan Atta Aurel

"Suana pernikahan terasa HUT RI, saran buat Presiden @jokowi @bamsoetpedia @prabowo dalam perayaan acara yg sifatnya berbau bisnis alias berbayar/beriklan/Live, sebaiknya pejabat negara tidak hadir sebagai pendukung acara tersebut, karena agak mengganggu konstitusional dan kenegarawanan lain halnya kalo hanya acara biasa atau rakyat biasa. Maaf Dr Farhat Abbas - Ketum PANDAI," tulis akun instagram Farhat Abbas.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait