Habib Rizieq Diusulkan Jadi Duta Vaksinasi Redam Isu Vaksin COVID-19 Babi

Habib Rizieq duta vaksin COVID-19 untuk redam isu vaksin COVID-19 AstraZeneca mengandung babi.

Pebriansyah Ariefana
Senin, 22 Maret 2021 | 07:05 WIB
Habib Rizieq Diusulkan Jadi Duta Vaksinasi Redam Isu Vaksin COVID-19 Babi
Habib Rizieq Shihab saat dipindahkan dari sel tahan polda metro jaya ke rutan Bareskrim Polri. (Suara.com/ M Yasir)

SuaraBali.id - Habib Rizieq Shihab diusulkan jadi duta vaksinasi COVID-19. Habib Rizieq duta vaksin COVID-19 untuk redam isu vaksin COVID-19 AstraZeneca mengandung babi.

Usulan itu disampaikan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi. Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia pada 4 hingga 10 Maret 2021, sebanyak 73,2 persen dari 1.200 responden anak muda dalam rentang usia 17-21 tahun bersedia mengikuti vaksinasi covid-19.

Menurut Burhanuddin, dengan Habib Rizieq menjadi duta vaksin, makan akan mendongkrak tingkat kepercayaan masyarakat terhadap vaksin covid-19. Paling tidak Habib Rizieq meningkatkan kepercayaan terutama di aspek halal.

"Saya mengusulkan Habib Rizieq Shihab pun kalau perlu jadi influencer vaksinasi, karena ini supaya orang tidak melihat ini isu politik, tapi ini isu bersama," ujar Burhanuddin.

Baca Juga:Video Hoax Penangkapan Jaksa Kasus HRS Viral, Muannas Alaidid: Jahat Banget

Burhanudin juga memaparkan hasil survei Indikator Politik Indonesia pada Februri 2021 lalu, bahwa ada sebanyak 81 persen responden menilai faktor kehalalan vaksin covid-19 menjadi hal yang penting dibandingkan segi keamanan.

Tersangka kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan Habib Rizieq Shihab dipindahkan ke Rutan Bareskrim Polri, Kamis (14/1/2021). [Suara.com/Muhammad Yasir]
Tersangka kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan Habib Rizieq Shihab dipindahkan ke Rutan Bareskrim Polri, Kamis (14/1/2021). [Suara.com/Muhammad Yasir]

Sedangakan sisanya, sebanyak 15 persen responden menilai kebalikannya, segi keamanan vaksin lebih penting dibandingkan kehalalan.

Burhanuddin pun menilai, pemerintah sudah sepatutnya mulai melibatkan peran-peran tokoh agama, terutama ulama demi mendukung program vaksinasi covid-19 nasional.

"Ini artinya isu kehalalan ini menjadi krusial, termasuk buat saya pemerintah harus lebih memaksimalkan peran dari tokoh ulama, tokoh agamawan. Jadi yang jadi influencer vaksin bukan hanya Raffi Ahmad," kata Burhanuddin.

Tidak mengandung babi

Baca Juga:Vaksin AstraZeneca: Apa Masalah Sebetulnya Dengan Trombosis?

Kabar Vaksin COVID-19 AstraZeneca mengandung babi dibantah oleh pihak pembuatnya. Vaksin AstraZeneca tidak mengandung babi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak