alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

TPA Sente Klungkung Bali Overload, Diimbau Pembuatan TOSS di Tiap Desa

RR Ukirsari Manggalani Rabu, 03 Maret 2021 | 16:59 WIB

TPA Sente Klungkung Bali Overload, Diimbau Pembuatan TOSS di Tiap Desa
Kondisi TPA Sente saat ini sudah overload oleh sampah sehingga menjadi perhatian Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta saat mengunjungi TPA Sente, Desa Pikat, Klungkung [Kabarnusa.com/ist]

Mayoritas desa di Klungkung masih tergantung kepada Tempat Pembuangan Akhir tanpa lakukan pemilahan sampah.

SuaraBali.id - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Olahan Sampah Setempat (TOSS) termasuk hal penting dalam rumah tangga sehari-hari, agar kesehatan pribadi, keluarga, bahkan wilayah bisa dipertahankan. Utamanya dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang. Dari hasil evaluasi TOSS dan TPA, dari 46 desa di Klungkung daratan, Bali, baru 15 di antaranya mampu melakukan pengolahan sampah secara mandiri, sisanya membuang sampah di TPA tanpa dipilah.

Dikutip dari Kabarnusa.com, jaringan SuaraBali.id, TPA Sente Klungkung saat ini sudah overload, sehingga menjadi perhatian Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta saat mengunjungi TPA Sente, Desa Pikat, Klungkung, Minggu (28/2/2021).

Ia mengupayakan agar tidak ada sampah lagi yang masuk di TPA Sente, kecuali sampah residu seperti pampers, pembalut wanita, atau sampah yang sudah tidak bisa diolah lagi.

Pihaknya mengajak Kepala Desa dan masyarakat dalam upaya mensosialisasikan tidak membuang sampah ke TPA dan segera pembuatan TOSS setempat di masing-masing desa.

Baca Juga: Pariwisata Bali Siap Dibuka Lewat Program Free Covid Corridor

"TPA ini hanya untuk membuang sampah residu saja. Kalau sampai terus-terusan seperti ini maka tidak bisa ditampung lagi," kata Suwirta didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung, I Ketut Suadnyana.

Dan dalam pelaksanaannya diperlukan aksi dari seluruh masyarakat. Mereka mesti memilah dan mengolah sampahnya di desa masing masing.

Agar timbunan sampah di TPA bisa berkurang, diharapkan desa-desa dan semua kelurahan melakukan pemilahan sampah organik dan non-organik mulai dari sampah rumah tangga.

"Kalau desa-desa tidak bisa melakukan sosialisasi langsung, maka kami bersama dinas DLHP akan turun langsung dan diprioritaskan tiga desa dalam sehari," tandas I Nyoman Suwirta.

Harapannya, semua desa bisa melakukannya, mengingat sudah ada yang berhasil. Sosialisasi mesti berlanjut, agar TPA Senteng tidak overload.

Baca Juga: Pura Gereja Jembrana: Sarat Kearifan Lokal, Salah Satu Terunik di Dunia

"Kita nyatakan belum berhasil mengelola sampah dengan baik, belum bisa membina masyarakat dengan baik, karena ini kita harus berproses untuk membuahkan hasil yang baik," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait