facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Muncul Klaster Upacara Adat, Begini Reaksi Satgas Covid-19 Buleleng

Bangun Santoso Selasa, 02 Februari 2021 | 06:38 WIB

Muncul Klaster Upacara Adat, Begini Reaksi Satgas Covid-19 Buleleng
Sebagai ilustrasi: Simulasi penanganan pasien virus corona di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto. (Foto: Antara)

Bupati Buleleng langsung menggelar rapat tebatas dan tertutup terkait munculnya klaster upacara adat

SuaraBali.id - Kasus baru penularan Covid-19 di Buleleng sebagian ditimbulkan dari klaster upacara adat. Menghindari meluasnya penularan virus corona, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng melakukan sejumlah upaya demi mencegah terjadinya penularan.

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng menggelar rapat koordinasi bertepatan dengan perayaan Hari Saraswati bagi umat Hindu, yang dipimpin langsung oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng, di Ruang Rapat Lobi Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (30/1).

Usai memimpin rapat yang digelar secara terbatas itu, Bupati Agus Suradnyana mengatakan, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng terus memantau pergerakan Covid-19 di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng dengan database yang ada. Termasuk juga klaster-klaster yang mendominasi.

Salah satunya terjadi penularan pada klaster upacara adat. Pada kesempatan ini ditegaskan bahwa seluruh kegiatan upacara adat yang sudah direncanakan agar ditunda untuk sementara waktu. Di mana sebelumnya sudah pernah dilakukan, namun kali ini dipertegas lagi.

Baca Juga: Jejak Cahaya dan Suara Dentuman di Langit Buleleng Bali Mulai Terungkap

“Walaupun hari ini kita umat Hindu melaksanakan perayaan Hari Saraswati, namun bukan menjadi alasan untuk tidak bergerak memutus rantai penularan Covid-19. Kita harus bekerja lebih cepat. Khususnya dalam melakukan Tracing, Testing, Treatment (3T),” ujarnya sebagaimana dilansir Beritabali.com (jaringan Suara.com).

Untuk diketahui, saat ini terjadi penularan masif di dua desa yang ada di Buleleng. Desa tersebut yakni Desa Pegadungan Kecamatan Sukasada dan Desa Bengkel Kecataman Busungbiu.

Sebelumnya, di dua desa ini rencananya akan dilakukan langkah 3T pada Senin mendatang. Namun pada rapat tersebut Tim Satgas Covid-19 diminta untuk melakukan upaya 3T dimajukan menjadi hari ini. Ia meminta agar dilakukan secepatnya untuk menghindari penularan yang semakin meluas.

“Karena bagi saya penanganan Covid-19 ini yang terpenting adalah faktor kecepatan. Baik itu kecepatan tracing, hingga upaya isolasi. Sore ini saya instruksikan kepada pihak terkait untuk melakukan tes Rapid Antigen langsung,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekda Buleleng, Gede Suyasa, selaku Sekretaris Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng mengatakan, saat ini kasus baru yang terjadi di Buleleng sebagian disebabkan oleh klaster upacara adat. Sehingga berkaitan dengan hal itu, hari ini juga akan dikeluarkan Surat Edaran Bupati Buleleng tentang penundaan pelaksanaan upacara adat yang sudah direncanakan.

Baca Juga: Dentuman di Buleleng Bali Diduga Meteor Jatuh: Timbulkan Gelombang Kejut

“Sehingga nanti kalau situasi sudah mereda itu bisa dilaksanakan namun tetap dengan prosedur protokol kesehatan. Kalau Surat Keterangan (Suket) yang akan dikeluarkan Bapak Bupati itu khusus untuk upacara adat yang tidak direncanakan seperti upacara kematian (pitra yadnya),” ujar Suyasa.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait